Audy Joinaldy: Perlahan Sumbar Mulai Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik
PADANG, binews.id -- Wagub Sumbar Audy Joinaldy menyatakan dukungan Sumatera Barat terhadap transisi energi menuju net zero emission. Hal ini diutarakan Audy menyusul arahan khusus Presiden Joko Widodo yang menyoal pengembangan ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/ EV) di Indonesia.
Dikatakan Audy Joinaldy saat membuka Seminar Nasional Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Sumbar di Padang, Kamis (9/03/2022), Sumatera Barat perlahan mulai melakukan persiapan dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik. Berkolaborasi bersama PLN, saat ini sudah terdapat tiga Stasiun Pengisian kendaraan Listrik Umum (SPKLU) atau charging station, yang berada di Padang, Payakumbuh dan Kota Solok. Jumlah ini juga akan terus bertambah di beberapa kota lainnya.
"Ekosistem itu kan bukan hanya mobil, tapi juga sarana dan prasarana pendukungnya, seperti charging station dan lain lain. Ekosistem ini memang baru saja terbentuk, tapi ini masa depan, jadi pelan-pelan kita support untuk melengkapi ekosistemnya," kata Audy.
Lebih lanjut Audy menjelaskan pengembangan ekosistem kendaraan listrik merupakan bagian dari target pemerintah untuk optimalisasi penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT). Ia menerangkan saat ini Sumbar termasuk salah satu provinsi dengan penggunaan EBT tertinggi dengan capaian 28,19 persen, lebih tinggi dari rata-rata penggunaan EBT nasional sebesar 14 persen.
Baca juga: Wagub Sumbar Sambangi Rumah Anak Korban Kekerasan di Dalam Angkot
"Secara nasional ditargetkan 23 persen di tahun 2025. Sumatera Barat sudah mencapai target. Jadi pembangkit energinya itu dari matahari, air, dan bio thermal," lanjut Audy.
Mendukung pernyataan Wagub Sumbar itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumbar Eric Rossi Priyo Nugroho menuturkan, kecukupan daya untuk pengembangan ekosistem kendaraan listrik tidak perlu dikhawatirkan. Ia menjelaskan saat ini beban puncak daya di Sumbar berkisar 600 MW dengan kapasitas supply dari pembangkit sebesar 720 MW.
Ditinjau dari segi green energy, kurang lebih 400 MW atau lebih dari 50 persen daya dihasilkan juga berasal dari pembangkit EBT. Sehingga menurutnya Sumatera Barat siap menjadi kontributor utama net zero emission di Indonesia.
Sementara itu, Ketua MKI Evy Haryadi mengatakan pihaknya aktif memberikan masukan pada Pemerintah, DPR, maupun DPD dalam pembentukan regulasi berkaitan dengan net zero emission maupun ekosistem kendaraan listrik.
Baca juga: Jelang Bulan Ramadhan dan Idul Fitri, Sumbar Matangkan Pengendalian Inflasi
Diantaranya mengenai standardisasi batere EV untuk kendaraan roda dua maupun roda empat, percepatan pengembangan infrastruktur pendukung EV, serta digitalisasi sistem kelistrikan transmisi dan distribusi retail.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Penumpang KA Pariaman Ekspres Tembus 140%, KAI Divre II Sumbar Layani 23 Ribu Pelanggan pada Libur Hari Buruh 2026
- 7 Hunsela Melayu Gaduang Diterima Korban Banjir Bandang Batu Busuk
- Gubernur Mahyeldi Lantik Pengurus Forum Pembauran Kebangsaan Sumbar Periode 2025--2031
- Wawako Maigus Nasir Lepas 383 JCH Kloter 8 Kota Padang
- Seleksi Rampung, Pemprov Sumbar Siapkan 57 Kafilah Menuju MTQ Nasional Ke-XXXI di Semarang






