Gubernur Sumbar Minta Pemerintah Kabupaten/Kota dan Masyarakat Siapkan Langkah Antisipasi Musim Kemarau

Jumat, 28 April 2023, 09:49 WIB | Gaya Hidup | Kota Padang
Gubernur Sumbar Minta Pemerintah Kabupaten/Kota dan Masyarakat Siapkan Langkah Antisipasi...
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mengingatkan pemerintah kabupaten kota dan masyarakat agar menyiapkan diri menghadapi cuaca panas selama enam bulan ke depan. IST
IKLAN GUBERNUR

PADANG, binews.id -- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mengingatkan pemerintah kabupaten kota dan masyarakat agar menyiapkan diri menghadapi cuaca panas selama enam bulan ke depan.

"Kami sudah bertemu dengan BMKG. Beberapa hal yang perlu disikapi yakni cuaca panas dan musim kemarau. Kemungkinan kondisi tersebut akan berlansung pada bulan Mei hingga enam bulan ke depan," ungkap Mahyeldi di Padang, Kamis (27/04/2023).

Mahyeldi mengungkapkan, berdasarkan prediksi BMKG selama enam bulan ke depan, akan ada kawasan-kawasan di Sumbar yang curah hujannya sangat rendah dan suhu atau cuacanya cenderung lebih panas.

Untuk mengantisipasi kondisi ini, Mahyeldi mengaku telah memberikan arahan kepada Kepala Dinas Kehutanan Sumbar untuk segera mengaktifkan tim pengendalilan kebakaran lahan dan hutan (karlhutla) dan senantiasa melakukan koordinasi dengan BMKG. Sehingga dapat mengetahui spot yang perlu diantisipasi, agar potensi karhutla dapat diminimalisir.

Baca juga: DPRD Padang Dukung Wacana Surat Keterangan Bebas HIV/AIDS untuk Calon Pengantin

Selain itu, Mahyeldi juga sudah memberikan arahan kepada Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumbar untuk mendorong masyarakat segera memulai masa tanam padi.

"Saat berkunjung ke Sijunjung masyarakat, di sana sudah mulai Bakaua Adat pascapanen. Karena itu, melalui Dinas Pertanian kita dorong masyarakat untuk menyegerakan masa penanaman. Agar pada Juli nanti masyarakat sudah panen," terangnya.

Dengan menyegerakan masa penanaman padi, diharapkan saat berlansungnya kemarau nanti tidak akan banyak mempengaruhi ketersediaan pangan masyarakat sehingga tingkat inflasi menjadi tetap terkendali.

"Ini upaya jaminan untuk ketersediaan pangan sekaligus mengantisipasi resiko gagal panen masyarakat akibat cuaca panas dan kekeringan. Selain itu, kita juga minta Dinas terkait untuk melakukan kordinasi intensif dengan Bulog untuk pastikan ketersediaan cadangan pangan cukup," terangnya.

Baca juga: Baksos Polri Presisi, Pemko Padang Apresiasi Pembagian Sembako oleh Polresta

Sebelumnya, BMKG merilis hampir sebagian besar negara-negara di Asia Selatan masih terdampak gelombang panas atau "heatwave".

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: