Jaringan Internet Sektor Pendidikan di Siberut Minim, Ini Kata Wagub

Rabu, 03 Juni 2020, 09:53 WIB | Kesehatan | Kab. Mentawai
Jaringan Internet Sektor Pendidikan di Siberut Minim, Ini Kata Wagub
Jaringan Internet Sektor Pendidikan di Siberut Minim, Ini Kata Wagub
IKLAN GUBERNUR

SIBERUT, binews.id -- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat saat ini mulai mempersiapkan segala sesuatu pelaksanaan perubahan tatanan kehidupan baru produktifitas aman covid (new normal) yang bakal diterapkan pemerintah pusat disegala sektor, termasuk sektor pendidikan.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit saat mengunjungi beberapa sekolah SMA dan SMK di kepulauan Siberut Kabupaten Kepulauan Mentawai, Selasa (2/6/2020).

Wagub Sumbar katakan, keadaan pendidikan di Siberut Selatan masih sangat jauh dari harapan yang ditargetkan oleh Pemprov Sumbar dalam upaya mencerdaskan anak-anak bangsa yang berintelektual dan bermartabat.

"Dalam pandemi Covid-19 sudah hampir tiga bulan semua siswa belum diizinkan untuk masuk sekolah. Semua siswa dianjurkan untuk belajar melalui sistem daring. Tentunya sangat miris bagi di daerah pedalaman dan kepulauan. Tadi kita sudah rapat dengan para guru dan kepala sekolah disini. Kendalanya memang daerah sini tidak memiliki jaringan internet. Kita harus carikan solusinya segera agar cepat berkembang," kata Nasrul Abit.

Baca juga: UNP Gelar Lokakarya Manajemen Penelitian, Hadirkan Narasumber dari University Malaya

Nasrul Abit ungkapkan, bahkan, tidak semua guru dan siswa memiliki ponsel pintar dan tersentuh jaringan internet, khususnya yang berada di desa terpencil kepulauan. Tentunya membuat kegiatan belajar mengajar dari rumah tak bisa dijalankan secara efektif.

"Setelah dilakukan evaluasi metode pembelajaran daring di Siberut hanya ada 10 persen, berarti ini belum optimal dan tidak efesien," ucapnya.

Menurut Nasrul Abit, keterbatasan teknologi dan akses internet menjadi masalah utama. Siswa tidak mengetahui tugas yang diberikan para guru.

Terkait permasalahan tersebut Kepala SMAN 1 Siberut selatan Kristin Filiana Br. Maringga, S.Pd, juga mengungkapkan sejak adanya wabah virus Corona melanda, pemkab Mentawai meliburkan semua siswa.

Baca juga: UNP Gelar Bunkasai XII, Perkenalkan Budaya Jepang Melalui Berbagai Kegiatan

"Kami sangat khawatir, kalau terlalu lama libur bisa-bisa anak-anak didik kita akan bodoh, ditambah kendalanya siswa disini tidak bisa melakukan pendidikan melalui daring karena daerah sini tidak mencukupi jaringan internet. Tidak semua murid memiliki HP," jelas Kristin.

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: