Wako Erman Safar Kecewa, Ada Warga Pendatang Yang Mengeksploitasi Anaknya Jadi Pengemis
"Mereka mengaku menargetkan setiap anak nominal yang disetor setiap hari, untuk anak yang besar Rp 100 ribu dan si kecil Rp 50 ribu, ada lagi satu anak mereka yang laki-laki bekerja di bengkel las saat pagi dan ketika siang juga mengemis," kata Wako.
Untuk tindak lanjutnya, Pemko Bukittinggi tengah berkoordinasi dengan pemerintah daerah asal keluarga itu dan juga berkomunikasi dengan perwakilan Kementrian Sosial di Sumatra Barat.
Baca juga: Gubernur Mahyeldi: Nagari Harus Jadi Pengendali Sosial Berbasis Adat
"Sesuai kesepakatan akhir, mereka dikembalikan ke kota asalnya, kita antar dan serah terima dengan pemerintah setempat," ungkap Erman.
Hal ini mendapat respon positif dari warga yang berkomentar dalam akun media sosial yang menampilkan aksi Wali Kota saat mengantarkan anak-anak ke orangtua mereka dan memberikan arahan langsung ke keluarga tersebut.
Penulis: Medio
Editor: Adrian Tuswandi
Berita Terkait
- Sekdaprov Sumbar Lantik 44 Pejabat Administrator dan Pengawas Eselon III dan IV
- Pemprov Sumbar Siapkan Pengembangan BRT di Dua Kawasan Aglomerasi
- Pemprov Sumbar dan Pemko Bukittinggi Sinkronkan Program Strategis Pembangunan
- Jaga Kelestarian Adat dan Budaya Minangkabau, Dinas Kebudayaan Sumbar Gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas Pemangku Adat
- Hasil Monev KI Sumbar 2024: 29 Badan Publik Informatif, 172 Tidak Informatif






