Serahkan Bantuan 16.000 Bibit Kopi Robusta Bantjah, Pemprov dan Pemko Padang Apresiasi Semen Padang

PADANG, binews.id -- Kepala Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat, Febrina Tri Susila Putri, yang hadir mewakili Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, mengapresiasi PT Semen Padang yang telah mendukung pengembangan Kopi Bantjah di HKm Sikayan Balumuik. Dan, menurutnya, dukungan PT Semen Padang terhadap budidaya kopi Bantjah itu telah memberikan dampak yang sangat positif untuk kemajuan HKm Sikayan Balumuik.
"HKm Sikayan Balumuik tidak asing bagi kami. Berbicara kopi, maka kopi Bantjah dari HKm Sikayan Balumuik ini sedang viral. Tentunya, hal ini tidak terlepas dari kolaborasi antara Semen Padang dengan Forum Nagari Limau Manis Selatan, termasuk dengan Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kota Padang. Kami pun berharap kolaborasi yang sangat baik ini diharapkan terus dapat ditingkatkan untuk ke depannya," kata Febrina.
Pada kesempatan itu, dia pun menyarankan agar Kelompok Tani Kopi Bantjah HKm Sikayan Balumuik dapat mendaftarkan kelompok kopinya ke Dewan Kopi Indonesia Provinsi Sumatera Barat, sehingga kelompok Kopi Bantjah bisa dapat mengikuti pelbagai kegiatan terkait tentang kopi. Seperti kegiatan tentang rosting misalnya. Kata Febrina, kalau roasting tidak dilakukan dengan tepat, dia justru mengeluarkan zat karsinogen yang berbahaya.
"Zat karsinogen ini adalah racun. Makanya, dalam proses roasting yang tadi kita harapkan dapat mengeluarkan aroma tertentu yang sangat menarik, tapi kesalahan dalam roasting seperti lama panas yang terlewatkan dengan suhu yang terlalu tinggi, ternyata menyebabkan keluarnya zat karsinogen. Jadi, untuk bisa menciptakan produk yang sehat untuk masyarakat, kami pun menyarankan agar kelompok kopi Bantjah mendaftarkan kelompoknya ke Dewan Kopi Indonesia, supaya bisa menambah pemahaman," ujarnya.
Baca juga: Wabup Leli Arni Ajak ASN Dukung Wujudkan Visi Dharmasraya Sejahtera Merata
Pada kesempatan itu, Febrina pun berharap agar kelompok Kopi Bantjah juga menggandeng kaum milenial. Karena, dari catatan Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sumbar, sebanyak 57 persen penduduk Sumbar menggantungkan hidupnya di sektor pertanian. Dari 57 persen itu, hanya seperempatnya kaum milenal. "Jadi, ini tantangan buat kita semua bagaimana kita mengajak kaum milenial melek dengan pertanian," tutur Febrina.
Menurutnya, jika kaum milenial tidak melek dengan pertanian, maka siapa yang akan melakukan penanaman nantinya, Karena, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tertinggi di Sumbar itu masih di sektor peranian, yaitu sebanyak 21,2 persen. "Makanya, melalui acara penyerahan dan penanaman bibit Kopi Robusta Bantjah ini, kami pun berharap kelompok Kopi Bantjah HKm Sikayan Balumuik ini bisa mengajak kaum milenial. Minimal, yang terdekat saja diajak," kata dia.
Hal yang sama juga disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Yoice Yuliani yang juga hadir mewakili Wali Kota Padang Hendri Septa. Kata dia, Pemko Padang berterima kasih kepada PT Semen Padang yang telah mendukung HKm Sikayan Balumuik dalam memanfaatkan kawasan hutan kemasyarakatan yang berada di Kelurahan Limau Manis Selatan untuk ditanami kopi. "Ini luar biasa, dan Pak Wali Kota Padang sangat mendukung program budidaya kopi ini," katanya.
Sementera itu, pendamping Kopi Bantjah dari Solok Radjo bernama Alfadriansyah, menyebut bahwa kopi Bantjah merupakan kopi yang sudah dikenal di Sumbar. Bahkan, beberapa waktu lalu kopi Bantjah ini berhasil meraih Juara II pada kompetisi kopi di Sumbar. Oleh sebab itu, dia pun sangat meyakini bahwa budidaya kopi Bantjah yang didukung oleh PT Semen Padang ini sangat dapat menggerakan ekonomi masyarakat, khususnya petani kopi HKm Sikayan Balumuik.
Baca juga: Perdana Pimpin Apel, Wagub Vasko Ingatkan Soliditas dalam Gerak Cepat Membangun Sumbar
"Kenapa kami sebut sangat dapat menggerakkan ekonomi masyarakat? karena harga kopi robusta dalam bentuk green bean mengalami kenaikan sebesar 220 persen dibandingkan tahun 2020 yang berkisar antara Rp18.000 hingga Rp20.000 per kilogram green bean. Nah, sekarang ini harganya Rp45.000 per kilogram. Bayangkan, jika satu petani memiliki 1 pohon kopi robusta berusia 4 tahun, maka petani dapat menghasilkan sekitar 2 kilogram green bean kopi/pohon. Nah, jika 1 petani memiliki 2.000 batang kopi, maka petani tersebut dapat memperoleh pendapatan sebesar Rp160 juta hingga Rp200 juta. Jadi, hal ini tentunya menjadi momentum yang tepat bagi petani kopi" katanya.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Berkah Ramadhan : PLN Sumbar Kembali Nyalakan Listrik Gratis melalui program Light Up The Dream
- Komitmen Berdayakan HKm Sikayan Balumuik, Semen Padang Serahkan Bantuan 16.000 Bibit Kopi Robusta Bantjah
- Dapat Banyak Pembagian Daging Kurban, Begini Cara Menyimpannya Agar Tak Cepat Membusuk
- Diminati di Pameran Penas XVI, Nasi Padang Instan Hasil Temuan Fateta UNAND Dilirik Investor
- Ternyata Ada Lomba Balap Traktor di Gelar Teknologi Alsintan di Penas Tani XVI