Dalam Kondisi Pandemi, Sektor Pendidikan Sumbar Masih Sulit

Selasa, 23 Juni 2020, 22:49 WIB | Pendidikan | Provinsi Sumatera Barat
Dalam Kondisi Pandemi, Sektor Pendidikan Sumbar Masih Sulit
Dalam Kondisi Pandemi, Sektor Pendidikan Sumbar Masih Sulit
IKLAN GUBERNUR

PADANG, binews.id -- Dampak wabah pandemi corona (Covid-19) yang dialami sektor pendidikan di Sumatera Barat mengalami kesulitan dalam memberikan pembelajaran pada anak didik. Ditambah dengan kemampuan pemahaman tenaga pendidik dan keterbatasan fasilitas.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Sumatera Barat Prof. DR. H. Irwan Prayitno Psi. M.Sc. pada rapat terbatas secara virtual bersama Akademisi perguruan tinggi negeri di Padang, selain itu juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Adib Alfikri di ruang kerja gubernur Sumbar, Senin (22/6/2020).

"Sejak kasus pertama Covid-19 di Sumbar tanggal 26 Maret 2020 yang lalu, kita sudah mulai meliburkan sekolah. Namun kita belum siap menghadapinya. Apalagi sebentar lagi akan masuk ajaran baru pada bulan Juli," ucap Irwan Prayitno.

Menurut pengamatannya masih adanya guru yang belum menguasai Ilmu Teknologi (IT), seperti menggunakan komputer atau mengajar melalui daring (internet). Tentu perlu memberikan pembekalan terhadap SDM dalam penggunaan IT, agar lebih siap untuk bekal Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Baca juga: Pusbangpel LP3 UNP Gelar Workshop Penulisan Soal UAS MKU

"Untuk peserta didik dapat belajar jarak jauh namun harus memiliki fasilitas dan menguasai penggunaan produk teknologi yang digunakan. Produk teknologi yang dapat digunakan oleh peserta didik antaranya komputer, laptop, netbook dan handphone seluler," kata Irwan Prayitno.

Selain itu kapasitas komputer tidak disiapkan untuk bisa mengoperasikan IT, kemudian tambah lagi insfrastruktur IT, seperti komputer lama tidak bisa menginstall aplikasi zoom, ada lagi yang lain tidak bisa befungsi baik, sudah ada komputer terbaru tetapi tidak bisa menjalankan jadi persoalan yang agak teknis tetapi itu kenyataan.

Akibat kurangnya pemahaman terhadap IT, terpaksa guru hanya memberi buku untuk dibaca, beri tugas untuk dikerjakan yang penting anak-anak tetap belajar di rumah dan tidak menganggur, gubernur Irwan Prayitno menilai guru hanya mengajar sesuai pemahaman masing-masing.

Gubernur melihat orang tua pun terbiasa mengandalkan pihak eksternal, mulai dari sekolah hingga bimbingan belajar dalam mendidik anak. Akhirnya terjadi kebingungan ketika proses belajar dilakukan di rumah. Karena pendidikan jarak jauh ini merupakan lembaga pendidikan formal berbasis lembaga dimana peserta didik dan instruktur berada di lokasi terpisah.

Baca juga: 38 Guru SMA Pembangunan Laboratorium Dilatih Dosen UNP

"Sebaiknya Kemendikbud bisa memberi panduan pada guru dan orang tua dengan petunjuk teknis yang jelas untuk membimbing anak belajar di rumah," ucapnya.

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: