Mumpung Masih Gratis, UMKM Segeralah Urus Sertifikasi Halal

PADANG PANJANG, binews.id — Hingga Oktober 2024, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memproduksi makanan dan minuman tanpa unsur bahan daging sembelihan, masih diberikan kesempatan mengurus sertifikasi halal secara gratis, diterbitkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
"Segera manfaatkan layanan ini, karena lewat dari bulan Oktober bisa saja pengurusan sertifikasi halal itu berbayar," ujar Sekretaris Satgas Halal, Joni Nasri, Senin (6/5/2024), seraya menyebutkan kurang lebih 40 persen UMKM sudah mendapatkan sertifikasi halal itu.
Langkah mendapatkan sertifikasi halal, lanjutnya, dilakukan dengan mendaftar secara online melalui website sihalal.com.
"Pelaku usaha terlebih dahulu membuat akun dan mengajukan sertifikasi halal. Bagi yang kurang paham bisa langsung ke Kantot Kemenag Padang Panjang atau Disperdakop UKM," ujarnya.
Baca juga: Kota Padang Perkuat Ekonomi Kreatif Lewat Bimtek Branding Digitalisasi
Dikatakannya lagi, pengajuan sertifikasi halal gratis (Sehati), melalui mekanisme self declare. Artinya pemilik usaha secara jujur menyampaikan bahan dan produksinya itu terjamin. Pendamping PPH selanjutnya melakukan verifikasi dan validasi atas pernyataan pelaku usaha.
"Untuk dapat melaksanakan self declare, diperlukan adanya Pendamping Proses Produk Halal (PPH)," sebutnya.
UMKM yang ingin mendapatkan Sehati, sebutnya, mesti memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Kemudian memiliki hasil penjualan tahunan (omzet) maksimal Rp500 juta, dibuktikan dengan pernyataan mandiri.
Ditambahkannya, hingga 17 Oktober 2024 seluruh produk makanan dan minuman mesti tersertifikasi halal.
Baca juga: Penyaluran Kredit di Sumatera Barat Didominasi Pembiayaan Konsumsi
"Harapannya, lewat sertifikasi halal ini kepercayaan konsumen meningkat. UMKM bisa meningkatkan pangsa pasar, meningkatkan daya saing bisnis. Dengan memiliki sertifikat halal, produk UMKM akan lebih diterima di pasaran, terutama di kalangan konsumen muslim yang membutuhkan produk halal lagi baik," katanya. (bi/rel)
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- 30 Pelaku Ekonomi Kreatif Ikuti Workshop Pengembangan Strategi Bisnis
- Inflasi Rendah, Pemda Tetap Diminta Waspadai Kenaikan Harga Bahan Pokok
- Cabai Rawit, Bawang Daun dan Seledri Turun Harga
- Festival Pasar Ekraf dan Hari Keselamatan Berlalu Lintas akan Digelar di Padang Panjang
- Pemko dan Polres Lakukan RAM Cek dan Tes Urine Sopir Kendaraan Umum