Genius Umar Satu-Satunya Walikota dari Indonesia Jadi Peserta Webinar Live Learning Experience Dunia

Jumat, 03 Juli 2020, 10:36 WIB | Ragam | Nasional
Genius Umar Satu-Satunya Walikota dari Indonesia Jadi Peserta Webinar Live Learning...
Genius Umar paparkan soal ketahanan pangan Pariaman saat pandemi di hadapan webinar internasional diikuti kepal daerah ko metropolitas dunia, Kamis 2/6 malam di Balairung Rumah Dinasnya. (foto: dok/kom-prm)
IKLAN GUBERNUR

"Setidaknya, ada tiga pilar dalam ketahanan pangan, yaitu ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas. Sebagai pilar pertama, ketersediaan pangan menggambarkan bagaimana suatu sistem pertanian dapat menyediakan kebutuhan pangan masyarakat,"ujar Genius Umar.

Walikota Pariaman ini Kamis malam itu juga menjelaskan bahwa produksi pangan di Kota Pariaman yang seluruh masyarakat mengkonsumsi beras.

Selama pandemi dan sampai akhir tahun kata Genius Umar ketersediaan pangan kita cukup. Apalagi Pariaman telah mencapai swasembada beras bahkan surplus dari hasil pertanian yang ada di Kota Pariaman.

Baca juga: Dunia Ditengah Ancaman Krisis, Kabais TNI Nilai Sumbar Aman

"Untuk jumlah konsumsi beras dari petani mencapai 8.921 ton per kapita per tahun, di mana untuk saat ini total stok beras kita dari Januari sampai Juni mencapai 6.740 ton per kapita per tahun, di mana ini menjadikan surplus beras kita sebesar 2.313 ton per kapita per tahun," jelasnya.

Kata Genius Umar keterbutuhan kita dari hasil Perkebunan, Pertanian dan Perikanan untuk Kota Pariaman, tercukupi.

"Sehingga kebutuhan pangan kita selama pandemi Covid-19, tidak terlalu menjadi penghalang dalam ketersediaan pangan yang ada di Kota Pariaman,"ujar Genius Umar.

Walikota Pariaman lulusan S3 IPB tidak keder dan minder di tengah komunitas kepala daerah metropolitan se dunia di webinar tersebut, di paparannya Genius Umar juga mengatakan dari aspek ketersediaan bahan pangan di konsumen, terjadi banyak perubahan pola karena kebijakan physical distancing.

Pola jalur pasokan lebih banyak menuju pasar-pasar modern dan pasar yang berbasis daring. Dari sisi transaksi yang dilakukan konsumen, pandemi membuat perubahan pola transaksi ke arah platform digital atau online.

"Dengan berubahnya paradigma kebutuhan konsumen, seharusnya kita dapat memanfaatkan situasi ini untuk selalu berprilaku dengan menerapkan protokol kesehatan, Agar kita selalu dapat beraktifitas selama New Normal ini dengan baik, dan hasil pangan kita juga dapat laku dipasaran," tutupnya.

Diakhir Webinar Sekretary General of UCLG, Emilia Saiz memberikan apresiasi kepada Wako Pariaman ini, yang menjadi satu-satunya peserta yang berasal dari Indonesia, yang telah berbagi pengalamanya tentang Pelajaran dari sistem pangan selama masa pandemi kepada peserta dari seluruh dunia yang ikut dalam Webinar ini. (rilis: kom-prm/mel)

Halaman:
1 2
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: