Sejak tahun 2015 hingga 2024, BTP Kelas II Padang Bangun 12 Stasiun Tambah Jalur Kereta Api Sepanjang 118,2 KM

PADANG, binews.id -- Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas II Padang, Endang Setiawan, mengungkapkan progres signifikan dalam peningkatan dan pembangunan infrastruktur kereta api di wilayah Sumatera Barat.
"Sejak tahun 2015 hingga 2024, BTP Kelas II Padang telah berhasil membangun 12 stasiun kereta api dan menambah jalur kereta api sepanjang 118,2 kilometer," ungkap Endang dalam kegiatan Balai Bicara bersama stakeholder dan media, Kamis (13/6/24).
12 Stasiun KA tersebut yakni, Stasiun BIM (2015), Stasiun Duku (2015), Stasiun Naras (2018), Stasiun Pulau Aie (2019), Stasiun Tarandam (2019), Stasiun Alai (2022), Stasiun Air Tawar (2022), Stasiun Lubuk Buaya (2022), Stasiun Pasar Usang (2022), Stasiun Cimparuh (2022), Stasiun Pauh Lima (2024), Stasiun Kampung Jua (2024).
Meningkatkan keselamatan perjalanan Kereta Api (KA) dan Pengguna Jalan, BPT mengambil Langkah kongkret diantaranya, pembangunan pos jaga dan pintu perlintasan sebanyak 27 titik, serta pemasangan Early Warning System (EWS) sebanyak 30 titik.
Baca juga: KAI Divre II Sumbar Gelar Ramp Check untuk Pastikan Keselamatan dan Kenyamanan Angkutan Lebaran
Selain itu, pembangunan pagar ornamen sepanjang 6.455 meter dan pemasangan patok rel pembatas sebanyak 23.655 batang juga telah berhasil direalisasikan. Tak lupa, pembangunan jalan inspeksi sepanjang 7.255 meter juga turut dilakukan.
Selain pencapaian tersebut, Endang Setiawan juga menyampaikan beberapa rencana strategis jangka pendek, menengah, dan ultimate BTP Kelas II Padang. Salah satu rencana tersebut adalah penataan stasiun menjadi moda integrasi antarmoda, yang akan memudahkan akses dari kereta api ke moda transportasi lainnya seperti udara dan darat.
Tidak hanya itu, rencana aktivasi sejumlah jalur kereta api baru juga telah dipersiapkan. Di antaranya adalah Jalur KA Naras-Sungai Limau, Jalur KA Pulau Air-Muaro, Jalur KA Muaro Kalaban-Solok, hingga Jalur KA Kayu Tanam, Padang Panjang, Bukittinggi-Payakumbuh, Jalur kereta api double track Padang - Kayu Tanam (Tahap I), Jalur Kereta Api double track Lubuk Alung - Sungai Limau (Tahap II). Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu mengatasi permasalahan transportasi serta meningkatkan konektivitas di wilayah tersebut.
Tahun ini kata Endang, BTP tengah menjalankan studi penataan kawasan perkeretaapian di Kota Padang dan wilayah lainnya. Langkah ini diambil dalam rangka merespons reaktivasi jalur kereta api dari Kayu Tanam ke Padang Panjang, Bukittinggi, hingga Sawahlunto. Namun, penentuan teknologi yang akan digunakan dalam transportasi menuju Bukittinggi masih menjadi pertimbangan serius.
Baca juga: KAI Divre II Sumbar Imbau Masyarakat Tidak Ngabuburit di Jalur Kereta Api Demi Keselamatan
Dalam studi tersebut, BTP sedang mengevaluasi penggunaan teknologi canggih dalam sistem transportasi kereta api. Beberapa alternatif teknologi, seperti kereta berbasis marka jalan otonomus dan sistem kereta gantung seperti RLI dan MRT, tengah dipertimbangkan. Hal ini karena beberapa teknologi tersebut memungkinkan kereta api beroperasi tanpa jalur rel konvensional.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Baksos Polri Presisi, Pemko Padang Apresiasi Pembagian Sembako oleh Polresta
- Susul Gubernur Mahyeldi ke Magelang, Wagub Vasko Antusias Ikuti Retreat
- Pemprov Sumbar Siapkan Bus bagi Bupati/Wali Kota Beserta Wakil Menuju Bandara Yogya Usai Retret di Magelang
- Musrenbang RKPD, Wawako Maigus Nasir: Penting Sinergi dan Kolaborasi untuk Kemajuan
- Pj Sekda Yozarwardi Buka Forum Setda se-Sumbar, Bahas Strategi Penyelenggaraan Pemerintahan