untuk Sinergitas Pendidikan dan Industri
Kolaborasi Perguruan Tinggi Vokasi dan Pemprov Sumbar di Internasional Expo SMK

Padang, binews.id - Sekolah Vokasi Universitas Negeri Padang (UNP), Politeknik Negeri Padang (PNP), dan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, yang tergabung dalam Konsorsium Perguruan Tinggi Vokasi (PTV) Sumatera Barat, berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam pelaksanaan Internasional Expo Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Acara bergengsi ini diselenggarakan dengan tujuan memperkuat sinergitas antara satuan pendidikan vokasi di Sumatera Barat dalam membangun ekosistem kemitraan yang solid, guna optimalisasi pemanfaatan potensi daerah untuk kemajuan bersama.
Internasional Expo SMK ini merupakan wadah strategis bagi para pelaku pendidikan vokasi, industri, dan pemerintah untuk bertukar gagasan dan merumuskan langkah-langkah konkrit dalam menciptakan sinergi yang efektif antara pendidikan dan dunia usaha. Dengan harapan, output dari pendidikan vokasi dapat lebih sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.
Salah satu agenda utama dalam expo ini adalah diskusi publik dengan tema "Sinergitas Satuan Pendidikan Vokasi Sumatera Barat dalam Membangun Ekosistem Kemitraan untuk Optimalisasi Pemanfaatan Potensi Daerah.
Baca juga: 34 Tim dari 20 Perguruan Tinggi Indonesia Ikuti Kompetisi Robot Industri Tingkat Nasional di UNP
" Diskusi ini menampilkan panelis dari berbagai kalangan strategis, termasuk perwakilan dari Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Industri (Mitras Dudi), Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, serta anggota Konsorsium PTV Sumatera Barat. Diskusi ini mendapatkan perhatian yang luas, dengan partisipasi aktif dari para guru, kepala sekolah SMK, serta perwakilan dari berbagai industri terkait.
Diskusi ini tidak hanya membahas tantangan dan peluang yang dihadapi oleh pendidikan vokasi di Sumatera Barat, tetapi juga menggali berbagai model kemitraan yang dapat diadopsi untuk meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan dunia industri.
Salah satu poin penting yang dibahas adalah bagaimana pendidikan vokasi dapat beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan tren industri dan teknologi, sehingga lulusan SMK dan perguruan tinggi vokasi dapat langsung terserap di dunia kerja.
Sebagai bagian penting dari rangkaian acara, disampaikan juga sebuah policy brief kepada Gubernur Sumatera Barat. Policy brief ini diwakili oleh Direktur Sekolah Vokasi UNP, Direktur PNP, Direktur Politeknik Negeri Payakumbuh, Ketua Konsorsium PTV Sumatera Barat, serta perwakilan dari Mitras Dudi. Dokumen ini merupakan hasil dari penelitian yang dilakukan oleh Konsorsium PTV Sumatera Barat, berdasarkan penugasan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi.
Baca juga: UNP Gelar Sosialisasi SNPMB 2025, Dihadiri Lebih dari 2.000 Siswa SMA dan SMK di Kota Padang
Penelitian tersebut difokuskan pada pemetaan supply dan demand tenaga kerja yang berbasis pada potensi daerah. Tujuannya adalah untuk menciptakan kesesuaian antara ketersediaan tenaga kerja yang dihasilkan oleh institusi pendidikan vokasi dengan kebutuhan nyata dari industri lokal. Dengan demikian, diharapkan adanya peningkatan penyerapan tenaga kerja dan terbukanya lapangan kerja baru yang lebih relevan dan sesuai dengan perkembangan ekonomi daerah.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Atase Agama Kedutaan Arab Saudi Kunjungi UNP, Perkuat Kerja Sama Pendidikan dan Keagamaan
- Atase Agama Kedutaan Arab Saudi Kunjungi UNP, Perkuat Kerja Sama di Bidang Pendidikan dan Keagamaan
- UNP Gelar Lokakarya Manajemen Penelitian, Hadirkan Narasumber dari University Malaya
- UNP Gelar Bunkasai XII, Perkenalkan Budaya Jepang Melalui Berbagai Kegiatan
- Efisiensi Anggaran, UNP Pastikan Kualitas Pendidikan Tetap Terjaga dan Tidak Berdampak Pada UKT