Kompol Andi Sentosa Sebut Ada 11 Titik Dugaan Pungli di Jalan

SIJUNJUNG, binews.id -- Dalam Upaya Pencegahan Pungutan Liar Unit Pemberantasan Pungutan (UPP) Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli), Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, pada Senin (20/7/2020) gelar sosialisasi Pungli dengan Walinagari se-Kecamatan Kamang Baru.
Sosialisasi bersama UPP Saber Pungli yang dipimpin Kompol Andi Sentosa, SH dan Wakil Ketua UPP Saber Pungli/Inspektorat Daerah, Welfiadril, Ap,SSos, MPd dan Kajari Sijunjung diwakili Kasi Intel Kajari Sijunjung, Dimas itu dilaksanakan di Telabang Sakti, Kamang Baru.
Baca juga: Wigiyono Gelar Pengajian, Santunan Anak Yatim, dan Sunatan Massal Sambut Bulan Suci Ramadan
Selain dihadiri para walinagari, Siaua Atmansyah, Sungai Lansek, Nafrizal, Lubuk Tarantang Yasirman Muaro Takung, H. Iswadi, Kunpar Syaybudin Kamang Syafri S. Sos, Maloro Silam, Aie Amo Emel Salim, Sungai Batuang Samudin, Tanjung Kaliang Darwis Padang Tarok Suardi, sosialisasi itu juga dihadiri Ketua Forwana Sijunjung, Syahbudin Dt Sinaro (Dt Abu), Ketua KAN Muaro Takung, Parijal J. Dt. Bagindo Sutan, SE (Datuk Pucuk), BPN, dan Pemuda juga hadir.
"Apapun bentuknya pungutan liar, dengan tegas Tim Saber Pungli tak mengizinkan,"kata Kompol Andi Sentosa,SH yang juga Wakapolres Sijunjung itu. Menurut dia, dari hasil pantauannya, terdapat 11 titik dugaan adanya Pungli di jalan dengan berbagai modus.
Baca juga: Respons Cepat Banjir Sumpur Kudus, Pemprov Sumbar Salurkan 2.830 Kg Beras untuk Warga
"Dalam pengadaan barang dan jasa jangan sampai mark-up anggaran dan jangan pernah melanggaran aturan. Karena Pungli adalah perbuatan tercela dan untuk itu perlunya ketauladanan pimpinan dan termasuk dalam pengawasan,"tegas Wakapolres Sijunjung itu dihadapan para walinagari dan staf camat Kecamatan Kamang Baru.
Dikatakan Ketua UPP Saber Pungli Sjunjung, dengan pertimbangan bahwa praktik pungutan liar (Pungli) telah merusak sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, pemerintah memandang perlu upaya pemberantasan secara tegas, terpadu, efektif, efisien, dan mampu menimbulkan efek jera.
Baca juga: Didampingi Kepala BPBD, PJs Bupati Sijunjung Tinjau Lokasi Terdampak Banjir Bandang di Sumpurkudus
"Dalam upaya pemberantasan pungutan liar itu, pemerintah memandang perlu dibentuk satuan tugas sapu bersih pungutan liar.Atas dasar pertimbangan tersebut, bahkan Presiden Joko Widodo pada 20 Oktober 2016 telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar, yang selanjutnya disebut Satgas Saber Pungli. "Satgas Saber Pungli berkedudukan di bawah bertanggung jawab kepada Presiden," bunyi Pasal 1 ayat (2) Perpres ini,"terang Ketua UPP Saber Pungli Kabupaten Sijunjung itu.
"Dalam Perpres ini, Satgas Saber Pungli mempunyai tugas melaksanakan pemberantasan pungutan liar secara efektif dan efisien dengan mengoptimalkan pemanfaatan personil, satuan kerja, dan sarana prasarana, baik yang berada di kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah. Dalam melaksanakan tugasnya, menurut Perpres ini, Satgas Saber Pungli menyelenggarakan fungsi: a. Intelijen; b. Pencegahan; c. Penindakan; dan d. Yustisi".
Penulis: Imel
Editor: Imel
Berita Terkait
- Diancam Bakal Dilaporkan, Kakek di Sijunjung Ini Tega Setubuhi Sang Cucu
- Biadab! Ayah Kandung Cabuli Anaknya yang Masih Berumur 8 Tahun di Sijunjung Sumatera Barat
- Kapolda Sumbar Temukan Kendaraan dengan Tangki Dimodifikasi Saat Sidak SPBU di Sijunjung
- Melarikan Diri, Paman Pelaku Asusila Terpaksa Dihadiahi Timah Panas oleh Polisi Sijunjung
- 23 November, Tim UPP Saber Pungli Sijunjung Studi Tiru ke Batam