Uniknya Pengolahan Tebu Secara Tradisional di Nagari Lawang

Selanjutnya perasan tebu dimasak hingga mengental dan hasil tersebut dibentuk pada alat cetak hingga mengering dan menghasilkan gula merah "Saka Tabu".
Disinggung tentang Pandemi Covid-19 Asrul mengakui bahwa ia juga terkena dampak langsung.
"Biasanya banyak wisatawan mancanegara yang datang, salah satunya dari Malaysia, namun saat ini tidak ada lagi," tuturnya. (rls- DiskominfoSB)
Baca juga: Festival Sumarak Ramadhan Menjadi Ajang Promosi Bagi Produk UMKM Sumbar
Halaman:
1 2
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Proses Evakuasi Korban Erupsi Marapi Sumatera Barat Secara Resmi Dihentikan, Untuk Mendaki Dilarang
- Percepatan Digitalisasi, Keniscayaan Pertumbuhan Kepariwisataan
- Wagub Kunjungi Nagari Budaya Sungai Landia
- Lawang Adventure Park, Destinasi Wisata Keluarga yang Wajib Dikunjungi
- Disparpora Agam Gelar Lomba Fotografi dan Video Pendek Pesona Pariwisata