Wagub : Biro Umrah Jangan Potong Uang Jemaah

Sabtu, 29 Februari 2020, 23:25 WIB | Politik | Provinsi Sumatera Barat
Wagub : Biro Umrah Jangan Potong Uang Jemaah
Wagub : Biro Umrah Jangan Potong Uang Jemaah
IKLAN GUBERNUR

PADANG, binews.id --Virus Corona makin merebak, sehingga membuat Arab Saudi mengambil kebijakan untuk menunda sementara kedatangan jamaah umrah yang berasal dari luar negaranya.

Terkait kondisi ditangguhkannya sementara pelayanan umrah bagi warga dari luar kerajaan Arab Saudi sebagai upaya mencegah penyebaran virus COVID-19 baru, Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit berharap agar biro-biro umrah di Sumbar tidak memotong uang jamaah umrah yang gagal berangkat karena kebijakan larangan masuk ke Arab Saudi terkait penyebaran virus COVID-19.

Menurut Nasrul Abit, biro umrah terkait harus bijak menyikapi persoalan ini. "Kalau bisa jangan ada pemotongan atau penambahan biaya bagi jamaah yang gagal berangkat ini," ucapnya di Padang, Jumat (28/2/2020).

Ditambahkan, dengan tidak adanya pemotongan uang jemaah maka keberangkatan bisa kapan saja dilaksanakan setelah izin kembali dibuka.

Baca juga: Menuju Indonesia Emas 2045, Wapres Dorong Zakat sebagai Solusi Pengentasan Kemiskinan

"Jadi tinggal menunggu waktu keberangkatannya saja," ujarnya.

Dirinya menyatakan juga berharap agar sebelum musim haji, masalah COVID-19 ini sudah selesai sehingga nanti jamaah termasuk yang akan menunaikan haji tidak ada permasalahan.

Diperkirakan, jumlah jamaah umrah yang berangkat dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Sumbar ke Jeddah maupun Mekah setiap bulan mencapai 3.000 orang. Kebijakan kerajaan Arab Saudi akan membuat ribuan jamaah di Sumbar gagal berangkat.

Sementara, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ihsan Yunus dalam kunjungan kerjanya ke Sumbar mengatakan pihaknya sangat memahami tindakan preventif yang dilakukan oleh Pemerintah Arab Saudi.

Baca juga: Gowes siti Nurbaya, Arif Rahman Raih Hadiah Umroh Usai Bersepeda

"Apalagi saat melaksanakan ibadah di Mekkah tidak ada batas, dalam artian kalau melakukan tawaf tentu saja akan berdekatan dengan jamaah lain sehingga kemungkinan terpapar akan sangat besar," jelasnya.

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: Imel

Bagikan: