Terinspirasi Langkah Suku Tanjung, Ketua DPRD Padang Muharlion Puji Pendekatan Budaya Selesaikan Lahan Huntap
PADANG, binews.id -- Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah inovatif yang diambil oleh Kaum Suku Tanjung Talang Pauh V dalam mengatasi ketersediaan lahan bagi warga terdampak bencana.
Melalui pendekatan budaya dan kearifan lokal, kaum ini berhasil menyediakan solusi konkret bagi anak kemenakan mereka yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang di Pangka Jambatan Batu Busuk, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh.
Saat meninjau langsung lokasi hunian sementara (Huntara) di RT 03 RW 04 Kelurahan Kapalo Koto, Muharlion menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan contoh nyata bagaimana nilai-nilai adat dapat menjadi kunci penyelesaian masalah sosial yang kompleks.
Menurutnya, langkah yang diambil oleh para tokoh adat Suku Tanjung adalah teladan yang patut dicontoh oleh daerah lain di Kota Padang dalam menghadapi situasi darurat pascabencana.
Baca juga: Ketua DPRD Padang Muharlion Hadiri Raker GOW: Dorong Sinergi Organisasi Perempuan untuk Majukan Kota
"Ini adalah contoh yang sangat baik dari penerapan kebudayaan dalam mengatasi kesulitan lahan yang selama ini menjadi kendala utama pemerintah dalam relokasi korban bencana. Kami di DPRD sangat mendukung dan mengapresiasi inisiatif mandiri ini," ujar Muharlion di sela-sela kunjungannya melihat kondisi 11 Kepala Keluarga (KK) yang kini menempati hunian tersebut, Kamis (25/12/2025).
Muharlion menjelaskan bahwa keberadaan "Huntara Mandiri" ini terwujud berkat kolaborasi antara inisiatif warga yang dipelopori oleh Dasrul, bantuan donatur, serta dukungan dari struktur adat. Hal yang paling krusial, menurut Ketua DPRD, adalah kesediaan Mamak (pemimpin adat) Suku Tanjung yang telah menyiapkan lahan khusus untuk pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi anak kemenakannya.
Lebih lanjut, Muharlion mengungkapkan bahwa lahan yang telah disiapkan oleh kaum tersebut siap dihibahkan kepada Pemerintah Kota Padang. Melalui mekanisme hibah ini, pemerintah daerah nantinya akan memiliki payung hukum yang kuat untuk membangunkan bangunan permanen sehingga 11 KK warga Suku Tanjung dapat memiliki tempat tinggal yang aman, nyaman, dan legal secara administrasi negara.
Ketua DPRD Padang ini juga menekankan bahwa pola pendekatan melalui ninik mamak dan pemuka adat merupakan solusi inspiratif di tengah sulitnya mencari lahan relokasi. Mengingat terdapat lebih dari 300 warga di Kecamatan Pauh yang terdampak musibah banjir bandang, langkah Suku Tanjung ini dianggap sebagai terobosan yang mampu memangkas birokrasi pengadaan lahan yang biasanya memakan waktu lama.
Baca juga: Ketua DPRD Padang Muharlion Sapa Warga dalam Subuh Mubarokah, Dengarkan Langsung Keluhan Masyarakat
"Ini adalah inspirasi yang bisa dicontoh, terutama bagaimana pendekatan para Mamak bisa memberikan kepastian lahan untuk pembangunan hunian tetap. Kita butuh solusi cepat karena masih ada ratusan warga lainnya yang menunggu kejelasan tempat tinggal pascabencana ini," tambah Muharlion dengan nada optimis.
Penulis: Imel
Editor: Imel
Berita Terkait
- Emridona Jadi Penerima Huntap Mandiri Sepablock Pertama di Kota Pariaman
- Wali Kota Padang Minta Perhatian Pusat Terkait Relokasi Rumah dan Normalisasi Sungai
- PT Semen Padang Dukung Pemulihan Ekonomi di Huntap Kampung Talang melalui Kolaborasi Program Pertanian Regeneratif ITB--Unand
- Sekda Sumbar Dorong Strategi Klaster untuk Tingkatkan Penanggulangan Bencana
- Pemko Padang Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Bencana Melalui Mantap LKO






