Kementerian Kebudayaan dan Komunitas Palito Nyalo Gelar Aksi Bersih Cagar Budaya PLTA Kuranji

Sabtu, 03 Januari 2026, 21:01 WIB | Peristiwa | Kota Padang
Kementerian Kebudayaan dan Komunitas Palito Nyalo Gelar Aksi Bersih Cagar Budaya PLTA...
Kementerian Kebudayaan bersama Komunitas Seni Budaya Palito Nyalo melaksanakan aksi bersih bangunan cagar budaya Pintu Jaga Air PLTA Kuranji Batu Busuk pada 27 hingga 28 Desember 2025. IST

PADANG, binews.id -- Kementerian Kebudayaan bersama Komunitas Seni Budaya Palito Nyalo melaksanakan aksi bersih bangunan cagar budaya Pintu Jaga Air PLTA Kuranji Batu Busuk pada 27 hingga 28 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program tanggap bencana Kementerian Kebudayaan dalam upaya pelestarian cagar budaya yang terdampak bencana alam.

Aksi bersih tersebut difokuskan pada pembersihan bangunan dan lingkungan sekitar yang tertutup lumpur, sampah, serta material sisa bencana. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada bangunan bersejarah tersebut.

Pintu Jaga Air PLTA Kuranji Batu Busuk merupakan salah satu cagar budaya yang memiliki nilai sejarah dan arsitektur tinggi. Bangunan ini menjadi saksi perkembangan sistem pengairan dan pembangkit listrik pada masa lalu di Kota Padang.

Akibat bencana, kondisi bangunan mengalami penurunan estetika dan terancam kerusakan. Oleh karena itu, aksi bersih ini dinilai penting untuk memulihkan keindahan serta menjaga keaslian struktur bangunan agar tetap lestari.

Ketua Koordinator Aksi Bersih, Dasrul, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen bersama dalam melindungi warisan budaya. "Melalui aksi ini, kami ingin menunjukkan komitmen untuk melestarikan cagar budaya sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan budaya," ujarnya.

Ia menambahkan, pelestarian cagar budaya tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah, melainkan membutuhkan peran aktif komunitas dan masyarakat sekitar. Keterlibatan publik menjadi kunci keberhasilan pelestarian jangka panjang.

Aksi bersih ini diikuti oleh anggota Komunitas Seni Budaya Palito Nyalo serta masyarakat lokal Batu Busuk. Dengan semangat gotong royong, mereka bekerja sama membersihkan bagian dalam dan luar bangunan cagar budaya.

Selain membersihkan, peserta juga melakukan penataan area sekitar bangunan agar kembali terlihat rapi dan aman. Kegiatan ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi sosial dan nilai historis bangunan bagi masyarakat.

Kementerian Kebudayaan menilai kegiatan ini sebagai langkah awal pemulihan pascabencana. Ke depan, akan dilakukan pemantauan dan tindak lanjut untuk memastikan kondisi bangunan tetap terjaga.

Melalui aksi bersih ini, diharapkan tumbuh rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap cagar budaya. Warisan sejarah seperti Pintu Jaga Air PLTA Kuranji Batu Busuk diharapkan tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Keterlibatan masyarakat dan komunitas budaya menjadi salah satu kunci utama dalam upaya pelestarian cagar budaya, terutama di wilayah rawan bencana. Partisipasi aktif masyarakat diharapkan tidak hanya memperkuat rasa memiliki terhadap warisan budaya, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga nilai sejarah dan identitas lokal.

Halaman:
IKLAN MBG

Penulis: Imel
Editor: Imel

Bagikan: