Digitalisasi Pembayaran Kian Menguat, QRIS Sumbar Lampaui Target Nasional
PADANG, binews.id - Pertumbuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital di Sumatera Barat terus menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Kondisi ini ditopang oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal, sekaligus mencerminkan pergeseran preferensi masyarakat dari transaksi tunai menuju kanal digital.
Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Provinsi Sumatera Barat mencatat, hingga triwulan IV 2025 (data sampai November), transaksi QRIS tercatat tumbuh tinggi seiring peningkatan jumlah merchant dan pengguna. Dari sisi infrastruktur, penggunaan kartu ATM/debit dan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) masih melanjutkan tren penurunan, di tengah akselerasi transaksi melalui BI-FAST. Fenomena ini mengindikasikan pergeseran pola transaksi masyarakat yang semakin mengandalkan pembayaran digital yang cepat dan efisien.
Baca juga: Dari Tekanan ke Peluang: Strategi Bank Indonesia Mendorong Kebangkitan Ekonomi Sumbar 2026
Capaian QRIS di Sumatera Barat tidak hanya memenuhi, tetapi juga melampaui target nasional yang ditetapkan oleh Bank Indonesia pusat. Selain itu, transaksi lintas negara melalui QRIS cross border juga mengalami peningkatan yang berarti.
Kepala BI Sumatera Barat, Mohamad Abdul Majid Ikram, menyatakan bahwa QRIS cross border memberikan kemudahan nyata bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia, termasuk ke Sumatera Barat. Wisatawan tidak lagi harus membawa uang tunai, karena dapat bertransaksi menggunakan aplikasi pembayaran dari negara asal masing-masing.
"Hal ini tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga mendukung penguatan sektor pariwisata daerah," ujarnya.
Senada dengan itu, Deputi Kepala BI Sumatera Barat, Dandy Indarto Seno, mengungkapkan bahwa hingga November 2025, realisasi QRIS di Sumatera Barat telah melampaui 100 persen dari target yang ditetapkan. Pertumbuhan tersebut didorong oleh meluasnya adopsi pembayaran non-tunai di pasar tradisional, UMKM, layanan publik, serta sektor pariwisata.
Baca juga: Sumatera Barat Kembali Mengalami Deflasi pada November 2022
Penggunaan QRIS cross border juga meningkat signifikan, ditandai dengan lonjakan volume transaksi dari wisatawan asal Malaysia, Singapura, dan Thailand, sejalan dengan meningkatnya mobilitas dan aktivitas wisata regional.
Meski demikian, BI Sumatera Barat mencatat preferensi masyarakat terhadap uang tunai masih relatif kuat dalam kondisi tertentu, terutama saat terjadi bencana dan menjelang periode Lebaran. Pada momen tersebut, masyarakat cenderung meningkatkan kepemilikan uang tunai sebagai langkah antisipasi.
Penulis: Imel
Editor: Imel
Berita Terkait
- Gubernur Mahyeldi Rangkul Apindo Bantu UMKM Sumbar Naik Kelas
- Efisien, Transparan, dan Ramah Lingkungan, KAI Divre II Sumbar Optimalkan Penggunaan BBM untuk Mobilitas Masyarakat
- Wagub Vasko Dorong Kab/Kota di Sumbar Tiru Langkah Pariaman Perluas Pasar Produk Pangan
- Sinergi Berkelanjutan, OJK dan Universitas Andalas Sepakati Nota Kesepahaman Baru
- Jaga Kualitas Layanan dan Keselamatan Perjalanan KA, KAI Divre II Sumbar Lakukan MCU Rutin bagi Pekerja






