Bank Indonesia Optimistis Inflasi Sumbar Kembali Terkendali pada 2026

Senin, 05 Januari 2026, 17:18 WIB | Ekonomi | Kota Padang
Bank Indonesia Optimistis Inflasi Sumbar Kembali Terkendali pada 2026
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Mohamad Abdul Madjid Ikram, saat berikan pemaparan dalam media briefing, Senin (5/1/26), di Padang. (melba)
IKLAN BANK INDONESIA KAS KELILING

Ke depan, Bank Indonesia memproyeksikan inflasi Sumatera Barat pada tahun 2026 akan kembali terjaga dan berada dalam kisaran sasaran inflasi nasional. Untuk itu, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Barat terus mendorong berbagai langkah strategis, mulai dari penguatan ketahanan pangan, menjaga kelancaran distribusi, hingga memperkuat sinergi lintas instansi guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Pertumbuhan Ekonomi Melambat

Selain inflasi, kinerja pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat pada 2025 juga menghadapi tantangan. Pada triwulan III 2025, ekonomi Sumatera Barat tumbuh sebesar 3,36 persen (yoy), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 3,94 persen (yoy).

Perlambatan tersebut dipengaruhi oleh melambatnya investasi, terbatasnya belanja pemerintah, serta penurunan kinerja pada beberapa lapangan usaha utama. Sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang mengalami tekanan cukup berat.

Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat tahun 2025 diperkirakan berada pada kisaran 3,33 hingga 4,13 persen (yoy). Kondisi ini terutama dipengaruhi oleh terbatasnya belanja pemerintah dan tertahannya konsumsi masyarakat, yang berdampak pada penurunan kinerja sektor konstruksi, perdagangan, serta transportasi dan pergudangan.

Namun demikian kata Majid, pada tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat diproyeksikan membaik pada kisaran 3,77 hingga 4,57 persen (yoy). Peningkatan ini didorong oleh berbagai upaya pemulihan pascabencana, peningkatan belanja pemerintah, serta konsumsi masyarakat yang diperkirakan lebih tinggi.

Majid menekankan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu kunci pemulihan ekonomi. "Pembangunan infrastruktur, baik jalan, infrastruktur pertanian, maupun program rehabilitasi perumahan, menjadi tiga faktor yang sangat penting," katanya.

Bank Indonesia bersama berbagai lembaga terkait juga akan terus bekerja sama untuk membuka dan memperluas akses pasar. Menurut Majid, proses pemulihan ekonomi saat ini sudah berjalan, namun perlu diperkuat dengan langkah rekonstruksi dan perluasan akses pasar agar pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat dapat kembali meningkat secara berkelanjutan. (mel)

Halaman:
1 2

Penulis: Imel
Editor: Imel

Bagikan: