Ketua KONI Sumbar Tegaskan Disiplin Harga Mati, Jabatan Bisa Dicabut Kapan Saja
PADANG, binews.id -- Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, menegaskan tidak ada satu pun jabatan yang bersifat permanen atau aman dalam kepengurusan KONI Sumbar. Seluruh posisi, mulai dari Wakil Ketua Umum, Sekretaris, Bendahara hingga Ketua Umum, dapat diberhentikan sewaktu-waktu jika melanggar disiplin dan pakta integritas organisasi.
"Tidak ada garansi untuk siapa pun. Wakil Ketua Umum bisa diberhentikan. Ketua Umum juga bisa. Saya sendiri pun tidak punya jaminan. Hal ini juga dipertegas dalam salah satu poin kesepakatan pada Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Sumbar beberapa waktu lalu," tegas Hamdanus.
Menurut Hamdanus, jabatan di KONI bukanlah hak, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab, kedisiplinan, dan komitmen penuh terhadap organisasi.
Hamdanus menyebutkan, kepengurusan KONI Sumbar tidak boleh diisi oleh individu yang hanya mengejar status dan posisi tanpa keseriusan untuk bekerja. Menurutnya, banyak pihak lain yang siap mengemban amanah jika ada pengurus yang tidak menjalankan tugasnya.
Baca juga: Martin Suhendri Jabat Direktur Pengawasan Obat Tradisional Badan POM
Lebih lanjut, Hamdanus menekankan bahwa pakta integritas yang telah ditandatangani seluruh jajaran pengurus bukan sekadar formalitas administratif, melainkan janji moral dan organisasi yang mengikat secara penuh.
"Itu janji pemimpin. Kalau dilanggar, akibatnya ditanggung sendiri, secara organisasi, secara moral, bahkan secara nilai," ujar Hamdanus.
Pria yang hobi olahraga marathon itu mengingatkan setiap pengurus untuk menghormati jabatan dan kepercayaan yang telah diberikan, karena posisi tersebut dapat dicabut jika tidak dijalankan dengan sungguh-sungguh.
Dalam kepemimpinannya, mantan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol (sekarang Universitas Islam Negeri -- UIN) itu menempatkan disiplin sebagai fondasi utama dalam membangun prestasi olahraga Sumatera Barat. Tanpa disiplin, ia menilai seluruh sistem pembinaan atlet akan runtuh.
"Saya tidak suka pengurus KONI yang tidak disiplin. Tidak ada gunanya," katanya.
Menurut Hamdanus, keterbatasan anggaran masih dapat diatasi melalui berbagai upaya, tetapi hilangnya disiplin akan menjadi kehancuran organisasi.
Penulis: Imel
Editor: Imel
Berita Terkait
- PB Bola Tangan Dukung Porprov XVI Sumbar, Dorong Pembinaan Atlet Jangka Panjang
- Dukung Porprov Sumbar 2026, Rakerprov WI Sumbar Perkuat Sinergi Pembinaan Atlet
- Wali Kota Padang Apresiasi Kontingen Karate INKANAS Padang Berlaga di Silent Knight International Karate Cup 2026 Malaysia
- M. Zuhrizul Pimpin FPTI Sumbar 2026--2030, Fokus Pembinaan dan Target Porprov XVI
- Target 10.000 Peserta, Wawako Lepas Runners dan BOM Run 2026 Resmi Diluncurkan di Youth Centre Padang






