Sekda Solok Pimpin Rapat Evaluasi dan Susun Rencana Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi

Rabu, 07 Januari 2026, 09:03 WIB | Ragam | Kab. Solok
Sekda Solok Pimpin Rapat Evaluasi dan Susun Rencana Pemulihan Pascabencana...
Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison, S.Sos., M.Si, memimpin rapat evaluasi penanganan bencana sekaligus penyusunan rencana kegiatan pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Solok. HUMAS
IKLAN BANK INDONESIA KAS KELILING

AROSUKA, binews.id -- Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison, S.Sos., M.Si, memimpin rapat evaluasi penanganan bencana sekaligus penyusunan rencana kegiatan pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Solok. Rapat tersebut berlangsung pada masa transisi pemulihan, Senin (05/01/2026), bertempat di Arosuka.

Rapat ini digelar sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Solok untuk menilai secara menyeluruh langkah-langkah penanganan bencana yang telah dilakukan, sekaligus merumuskan strategi lanjutan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Hadir dalam forum tersebut Direktur Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana BNPB, Dr. Ir. Udrekh, S.E., M.Sc, seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Solok atau yang mewakili, serta para Camat se-Kabupaten Solok.

Kehadiran lintas sektor ini menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat koordinasi dan konsolidasi, guna memastikan setiap kebijakan dan program pemulihan berjalan selaras serta saling mendukung.

Dalam arahannya, Sekda Medison menegaskan bahwa masa transisi pemulihan merupakan fase yang sangat krusial. Menurutnya, kehadiran negara harus dirasakan secara utuh oleh masyarakat, tidak hanya dalam perencanaan, tetapi juga dalam tindakan nyata di lapangan.

Ia menyampaikan bahwa pemulihan pascabencana tidak boleh dimaknai sekadar membangun kembali infrastruktur yang rusak, melainkan juga memulihkan aspek sosial, ekonomi, dan psikologis masyarakat terdampak.

"Pemulihan tidak cukup hanya membangun kembali yang rusak, tetapi memastikan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan rasa aman, bermartabat, dan berdaya. Di sinilah kolaborasi menjadi kunci bagi kita bersama untuk bangkit dari musibah bencana," ujar Medison.

Medison juga menekankan pentingnya evaluasi berbasis data dan pengalaman lapangan agar setiap rencana kegiatan pascabencana benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar bersifat administratif atau seremonial.

Seluruh OPD dan kecamatan diminta untuk menyelaraskan program kerja masing-masing dengan rencana pemulihan yang terintegrasi, sehingga tidak terjadi tumpang tindih kebijakan maupun pemborosan sumber daya.

Sementara itu, perwakilan BNPB menekankan pentingnya penguatan mitigasi dan pengurangan risiko bencana sebagai bagian dari proses pemulihan, terutama menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi yang berpotensi terus berulang.

Menurutnya, pemetaan risiko dan evaluasi dampak bencana harus menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan ke depan, agar Kabupaten Solok semakin tangguh dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.

Halaman:

Penulis: Imel
Editor: Imel

Bagikan: