Rakor Satgas Nasional, Gubernur Mahyeldi Laporkan Kondisi Terkini Pascabencana Sumbar
JAKARTA, binews.id -- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera yang digelar Kementerian Dalam Negeri di Gedung Sasana Bhakti Praja, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Kehadiran Mahyeldi menjadi bagian penting dalam penguatan sinergi pusat dan daerah guna mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera.
Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satgas, serta dihadiri sejumlah menteri koordinator, menteri kabinet, kepala lembaga, dan para gubernur wilayah terdampak bencana, di antaranya Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution.
"Dari hasil pengecekan dan rapat dengan kepala daerah, Sumatera Barat relatif paling cepat pulih. Pemerintahan berjalan normal, RSUD beroperasi, pasokan energi dan komunikasi stabil, dan aktivitas ekonomi mulai menggeliat," ujar Tito.
Meski demikian, Mendagri menegaskan bahwa masih terdapat sejumlah daerah di Sumbar yang membutuhkan penanganan lebih serius, terutama pada sektor pendidikan, akses jalan, serta pemulihan kawasan wisata dan daerah aliran sungai. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kerja gotong royong lintas kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, TNI-Polri, hingga masyarakat.
Sebelumnya, Gubernur Mahyeldi Ansharullah dalam rakor tersebut melaporkan kondisi terkini penanganan pascabencana di Sumbar. Ia menyampaikan dari 19 kabupaten/kota di Sumbar, sebanyak 16 daerah terdampak bencana hidrometeorologi.
"Bencana yang terjadi telah berdampak pada 307.936 jiwa masyarakat Sumatera Barat. Dari jumlah tersebut, 264 jiwa meninggal dunia, 72 orang dinyatakan hilang, 401 orang luka-luka, dan 10.854 jiwa sempat mengungsi," ungkap Mahyeldi.
Ia menambahkan, berdasarkan hasil kajian total nilai kerusakan akibat bencana mencapai Rp15,63 triliun, sementara total kerugian diperkirakan sebesar Rp17,91 triliun, sehingga nilai keseluruhan dampak mencapai Rp33,55 triliun.
"Seluruh data tersebut telah kami tuangkan dalam Dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) dan sudah kami serahkan secara resmi kepada Pemerintah Pusat melalui BNPB," kata Mahyeldi.
Penulis: Imel
Editor: Imel
Berita Terkait
- Retret Nasional Akmil 2026, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Perkuat Kapasitas Kepemimpinan
- Gubernur Mahyeldi Raih Leadership Award dari IAI Sumbar atas Komitmen Pembangunan Daerah
- Percepatan Investasi Sumbar, Gubernur Mahyeldi Gandeng Danantara dan BP BUMN
- Gubernur Mahyeldi Hadiri Dialog Menko Polkam, Perkuat Sinergi Pusat-Daerah Jaga Stabilitas Nasional
- Rifki Resmi Dilantik jadi Kakanwil Kemenhaj Sumbar Defenitif usai Empat Bulan Jabat Plt






