Dari Forum Curah Pikir Belasan Tokoh Sijunjung, Gelisah Berujung Lahirkan Semangat Mewujudkan Sijunjung Hebat
PADANG, binews.id -- Berangkat dari kegelisahan mendalam terhadap beberapa indikator pembangunan Kabupaten Sijunjung yang dinilai tidak mengalami perubahan mendasar ke arah lebih baik, memicu belasan tokoh masyarakat Sijunjung di luar pemerintahan untuk ikut serta berkontribusi melahirkan rekomendasi strategis untuk Sijunjung yang lebih maju, berwibawa dan disegani.
Forum curah pikir tokoh yang dilaksanakan di Restoran Katagian Kota Padang pada Minggu, (18/1) ini mendaulat Drs. H. Marlis untuk memimpin diskusi itu dihadiri lintas tokoh diantaranya Epi Radisman, Dt. Paduko Alam, Saptarius, Yandri Mahaputra, Aswat Kennedy, Gangga, Reza Perkasa, Mendro Suarman, Hamdani Dt. Gampo Langik, Asril, Andri Yani dan Hidayat.
"Peristiwa paling menyayat hati itu ketika Kabupaten Sijunjung mendapatkan peringkat terakhir pada Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) ke 41 tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2025 di Kota Bukittinggi pada 18 Desember 2025 lalu. Kabupaten Sijunjung mendapatkan peringkat paling bawah dari 18 kabupaten kota se Sumatera Barat. Kabupaten Sijunjung hanya mendapatkan 2 point di bawah Kota Sawahlunto 4 point dan Kabupaten Kepulauan Mentawai mendapatkan 9 point. Ini benar benar membuat hati kami sedih sebagai warga kabupaten Sijunjung. Masa kita di bawah Mentawai," ungkap Epi Radisman dan Saptarius.
Sementara Mendro mengungkapkan kegelisahan dengan mengilustrasikan; sepertinya apa yang dilakukan Pemkab Sijunjung dalam bentuk program dan kegiatan belum menyambung antara kebutuhan masyarakat dengan apa yang dilakukan Pemkab.
"Aktivitas masyarakat seperti autopilot, seolah-olah negara melalui Pemkab Sijunjung belum hadir menjawab apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, terutama soal ekonomi dan pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik," ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Hidayat, "10 tahun saya di DPRD Sumbar sebagai anggota, kok kenapa ya, Kabupaten Sijunjung tidak begitu menarik untuk dibicarakan dan dibahas saat pembahasan anggaran di tingkat Pemerintahan Provinsi. Mungkin karena OPD nya terlambat atau kurang gesit atau tidak ada pikiran untuk mengusulkan program dan anggaran yang dibiayai dari APBD Provinsi untuk pembangunan di Kabupaten Sijunjung ya. Paling hanya program yang diusulkan anggota dewan dapil Sijunjung dalam bentuk pokok pokok pikiran yang dibahas sedikit," aku Hidayat.
Hidayat menambahkan, dari pengalaman tersebut justeru kabupaten kota lain yang banyak mengusulkan program dan kegiatan terutama untuk pembangunan infrastruktur fisik seperti jalan, jembatan, sarana prasarana pendidikan hingga bantuan pertanian. "Kedepan Kabupaten Sijunjung mesti berubah menjadi lebih hebat lagi. Potensi sumberdaya cukup kaya, namun belum terkelola optimal. Mari kita bersama membangun Ranah Lansek Manih ini," harap putra kelahiran Palangki Sijunjung ini.
Sementara itu, Marlis menegaskan bahwa forum ini bukan bertujuan untuk mengkritisi Pemkab Sijunjung. "Kabupaten ini adalah tanah kelahiran kita bersama, ada kekurangan dan kelemahan iya. Namun saya berharap perlu sinergitas dan kolaborasi antara kekuatan ranah dan rantau serta nagari demi kemajuan Kabupaten Sijunjung yang lebih hebat di masa datang. Solusi dalam bentuk saran dan pemikiran serta akses-akses kebijakan dari Pemprov dan pemerintah pusat misalnya merupakan salah satu kontribusi yang bisa kita bersamai dengan Pemkab Sijunjung," pinta Marlis diamini seluruh peserta.
Partisipasi aktif seluruh tokoh dan komponen masyarakat Kabupaten Sijunjung, baik yang berada di ranah maupun di rantau perlu kita konsolidasikan bersama dengan Pemkab Sijunjung. "Kita tidak kekurangan tokoh tokoh hebat yang berkiprah di bidangnya masing masing, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Forum ini bisa menjadi katalisator atau penghubung dalam mewujudkan kepedulian kita bersama terhadap kampung halaman agar pembangunan di berbagai sektor dapat terlaksana baik dan optimal," tukas Pembina Yayasan Alenia Entrepreneur Indonesia ini.
Lahirkan Rekomendasi
Setelah semua peserta menyampaikan pikiran dan pandangan, maka didapat beberapa pikiran sebagai bahan rekomendasi, yakni berkenaan dengan urusan sosial ekonomi, kebijakan publik dan kolaborasi potensi ranah rantau dan nagari.
Penulis: Imel
Editor: Imel
Berita Terkait
- Lawan Krisis Hidrometeorologi, Kota Padang Mulai Gerakan Tanam Sejuta Pohon
- Evi Yandri Hadiri HUT ke-7 GEKRAFS di Huntara Limau Manis, Dorong Kepedulian untuk Warga Terdampak Bencana
- Pemprov Sumbar Perkuat Kapasitas Pengelola Usaha Perhutanan Sosial Melalui Bimtek
- Awal Tahun 2026, KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Masyarakat Tingkatkan Keselamatan di Perlintasan Sebidang KA
- Komisi VI DPR RI Dorong Penggunaan SEPABLOCK untuk Pembangunan Huntap di Sumbar, Sumut, dan Aceh



