Seleksi Komitmen SDM MBG, Ratusan Calon Relawan SPPG Surga Ikuti Interview
PADANG, binews.id -- Puluhan calon relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Makan Bergizi Gratis Surau Gadang (surga) Nanggalo Kota Padang (SPPG MBG) antusias mengikuti preses interview di lokasi dapur (SPPG) di kawasan Kelurahan Surau Gadang, Senin, (19/1).
Interview ini dipimpin Drs. H. Marlis, MM, C.Med, Ketua DPW HMD GEMAS (Himpunan Dapur Generasi Emas) Provinsi Sumatera Barat dan Koordinator Badan Gizi Nasional Kecamatan Nanggalo Viki Ade Chandra dan beberapa Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), se Kecamatan Nanggalo Kota Padang.
SPPG Surau Gadang dikelola di bawah Yayasan Sanova Inti Rezeki. Ketua Yayasan, Riko Andrean Putra mengatakan bahwa proses wawancara ini dilaksanakan untuk mendapatkan relawan yang benar benar memenuhi syarat dan spesifikasi yang telah ditentukan oleh Badan Gizi Nasional.
"Mengingat banyaknya peminat yang ingin menjadi relawan. Catatan kami lebih 100 memasukkan dokumen permohonan, sementara kebutuhannya 47 orang sesuai ketentuan BGN, sehingga perlu dilakukan seleksi dalam bentuk interview atau wawancara langsung dengan calon relawan," jelas Riko.

Pengusaha muda ini mengatakan, selain staf dapur, sopir, security ada tiga posisi strategis yang mesti kita sesuaikan dengan ketentuan BGN. Diantaranya adalah ahli gizi, cheff bersertifikat dan akuntan. Ketiga posisi ini ditambah seorang Kepala SPPG akan ditentukan dan ditetapkan langsung oleh BGN," jelas pakar IT ini.
Ketua Himpunan Dapur Generasi Emas Sumbar, Marlis saat dimintai penjelasan mengatakan, bahwa Program MBG merupakan bagian dari kebijakan strategis nasional Presiden Prabowo Subianto, yang bertujuan membangun generasi emas Indonesia melalui pemenuhan gizi sekaligus penguatan ekonomi rakyat.
"Inilah esensi dari kebijakan Presiden Prabowo, yakni menghadirkan negara hingga ke dapur-dapur rakyat, membuka peluang usaha yang nyata, serta memastikan ekonomi rakyat di daerah tumbuh dengan pondasi yang kuat dan berkelanjutan. Program MBG tidak hanya menjadi program sosial, tetapi juga mesin penggerak ekonomi lokal, sekaligus fondasi menuju Indonesia Emas 2045," jelas Pembina Yayasan Alinia Entrepreneur Indonesia ini.
Mengingat begitu strategisnya program dari Presiden Prabowo ini, maka sudah menjadi kewajiban bagi pengelola SPPG dalam menjalankan SPPG nya sesuai prosedur operasional yang telah ditentukan Badan Gizi Nasional.
Mantan Anggota DPRD Sumbar dua periode ini menjelaskan, pengelola SPPG wajib hukumnya menjamin pemenuhan kebutuhan MBG bagi ribuan penerima manfaat sesuai standarisasi yang telah ditentukan BGN. Salah satu penentunya adalah tenaga SDM yang memenuhi syarat administrasi seperti berkelakuan baik dan bebas penyakit TBC. Kemudian mesti berkomitmen kuat menerapkan disiplin ketat dalam menjalani standar operasional prosedur (SOP), mulai dari persiapan bahan berkualitas, pengolahan hingga pemorsian dan distribusi," jelas Marlis saat memulai interview.
"Selaku Ketua DPW Himpunan Dapur Generasi Emas Sumbar, saya mengapresiasi proses seleksi terhadap calon calon SDM di SPPG Surau Gadang ini," kata Marlis yang telah berpengalaman dalam pengelolaan 7 SPPG ini.
Penulis: Imel
Editor: Imel
Berita Terkait
- Pemko Padang Ikut Kawal Proses Pembebasan Lahan Fly Over Sitinjau Lauik
- Fadly Amran Lantik Raju Minropa sebagai Pj Sekda Padang, Fokus Percepatan Pemulihan Pascabencana
- TKD Sumbar 2026 Tak Dipotong, Pemerintah Pusat Fokus Dukung Pemulihan Pascabencana
- Gubernur Mahyeldi Siapkan WPR sebagai Solusi Jangka Panjang Atasi Tambang Ilegal di Sumbar
- Ingatkan Pemprov Sumbar, Evi Yandri: Jadikan LHP BPK Sarana Perbaikan Penyelenggaraan Pemerintahan



