Bupati Dharmasraya Hadiri Rakornas Penyelenggaraan Pemerintahan Pusat dan Daerah 2026

Rabu, 04 Februari 2026, 10:46 WIB | Pemerintahan | Nasional
Bupati Dharmasraya Hadiri Rakornas Penyelenggaraan Pemerintahan Pusat dan Daerah 2026
Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, S.H., LL.M, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penyelenggaraan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026. HUMAS
IKLAN BANK INDONESIA KAS KELILING

SENTUL, binews.id -- Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, S.H., LL.M, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penyelenggaraan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026.

Kegiatan nasional tersebut berlangsung di Sentul International Convention Center (SICC), Sentul, Jawa Barat, Senin (02/02/2026).

Rakornas tahun ini mengusung tema "Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045". Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Melalui Rakornas ini, pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat menyatukan langkah dalam menjalankan agenda pembangunan nasional secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan.

Acara dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam arahannya, Presiden menegaskan bahwa keberhasilan program prioritas nasional sangat bergantung pada keselarasan kebijakan dan pelaksanaan di tingkat daerah.

Menurut Presiden Prabowo, kolaborasi yang solid antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi kunci utama agar hasil pembangunan benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyoroti peran elite bangsa dalam pengelolaan kekayaan nasional. Ia menilai masih terdapat kelemahan dalam menjaga dan memaksimalkan potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia.

"Kita harus akui bahwa elite Indonesia masih kurang dalam tugasnya menjaga dan mengelola kekayaan bangsa Indonesia," ujar Presiden Prabowo.

Ia menambahkan, lemahnya pengelolaan sumber daya berdampak pada kebocoran ekonomi serta masih tingginya angka kemiskinan di berbagai daerah.

Lebih lanjut, Presiden menyerukan persatuan seluruh elite bangsa, baik dari unsur politik, akademisi, maupun TNI dan Polri, untuk bersama-sama memimpin dan mengelola kekayaan negara.

Presiden juga menegaskan bahwa pemanfaatan sumber daya alam harus dilakukan secara hati-hati dan bertanggung jawab, dengan memastikan manfaatnya sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat.

Halaman:

Penulis: Imel
Editor: Imel

Bagikan: