BEM FIP UNP Jalankan Program Bilih Peduli untuk Pemulihan Ekonomi Pascabencana
SOLOK, binews.id -- Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Padang (BEM FIP KM UNP) melaksanakan Program Mahasiswa Berdampak sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pemulihan daerah terdampak bencana alam di Sumatera Barat.
Program tersebut diwujudkan melalui inisiatif bertema "Bilih Peduli" yang berfokus pada pemulihan ekonomi masyarakat serta peningkatan kualitas gizi berbasis potensi lokal. Inisiatif ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat pascabencana secara berkelanjutan.
Sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program, perwakilan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Padang, Anton Komaini, melakukan kunjungan monitoring ke posko utama di Jorong Tangah XX, Jumat (20/2/2026).
Kunjungan tersebut bertujuan meninjau secara langsung implementasi kegiatan mahasiswa di lapangan. Selain itu, monitoring dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian program berjalan sesuai rencana serta menyasar target pemulihan yang berkelanjutan bagi masyarakat terdampak.
Program "Bilih Peduli" mengusung pendekatan inovasi berbasis potensi ikan bilih, satwa endemik khas Danau Singkarak yang memiliki nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat sekitar.
Selain menjadi komoditas unggulan, ikan bilih dikenal kaya protein dan bernilai gizi tinggi. Potensi ini dinilai relevan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya pada masa pemulihan pascabencana.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa secara rutin menggelar kegiatan sosialisasi dan demonstrasi inovasi pengolahan ikan bilih setiap pekan. Kegiatan ini melibatkan warga secara langsung agar keterampilan yang ditransfer dapat diterapkan secara mandiri.
Memasuki hari kegiatan ke-13 dan ke-14, mahasiswa mulai menyebarluaskan inovasi produk kerupuk ikan bilih kepada masyarakat setempat. Produk ini diperkenalkan sebagai contoh usaha rumahan yang mudah diproduksi dan bernilai jual.
Kerupuk ikan bilih dirancang agar dapat dikembangkan secara mandiri oleh warga sebagai peluang usaha baru. Kelompok ibu-ibu PKK menjadi sasaran utama pendampingan dalam pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran sederhana.
Program ini juga melibatkan nelayan setempat sebagai mitra. Keterlibatan nelayan dinilai penting untuk memastikan ketersediaan bahan baku sekaligus menggerakkan kembali roda perekonomian lokal yang sempat terdampak bencana.
Tidak hanya kerupuk, mahasiswa turut mengembangkan beragam inovasi olahan berbahan dasar ikan bilih yang menyesuaikan tren pasar. Produk yang diperkenalkan antara lain siomay bilih, nugget bilih, dimsum bilih, bilih krispi, hingga teri bilih dengan kemasan modern.
Penulis: Imel
Editor: Imel
Berita Terkait
- Rahmat Saleh Gelar Safari Gemarikan Bersama Penyuluh Pertanian se-Kabupaten Solok
- Bupati Solok Dorong Penguatan Pertanian, Bahas Program Strategis dengan Menteri Pertanian
- Pemkab Solok Bahas Strategi Pengendalian Inflasi Bersama Kemendagri
- Kopi Solok Terus Didorong Menjadi Komoditas Unggulan Nasional
- Bupati Solok Tinjau Langsung Program CSR PLN Light Up The Dream di Selayo




