Inflasi Sumbar April 2026 Terkendali, Lebih Rendah dari Nasional

Rabu, 06 Mei 2026, 08:51 WIB | Ekonomi | Kota Padang
Inflasi Sumbar April 2026 Terkendali, Lebih Rendah dari Nasional
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Barat, Mohamad Abdul Majid Ikram.
IKLAN BANK INDONESIA KAS KELILING

Perbedaan Inflasi Antarwilayah

Secara spasial, inflasi tertinggi di Sumatera Barat terjadi di Kabupaten Dharmasraya sebesar 0,67% (mtm), sementara Kabupaten Pasaman Barat justru mengalami deflasi sebesar -0,02% (mtm).

Adapun Kota Padang dan Kota Bukittinggi masing-masing mencatat inflasi sebesar 0,51% (mtm). Secara tahunan, hingga April 2026, inflasi tertinggi tercatat di Dharmasraya sebesar 3,44% (yoy), sementara wilayah lain masih berada di bawah 3%, yaitu Bukittinggi 2,48%, Padang 1,97%, dan Pasaman Barat 1,03%.

Langkah Pengendalian Inflasi

Untuk menjaga inflasi tetap terkendali, BI Sumatera Barat bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat sinergi melalui berbagai langkah, antara lain:

  • Memperkuat koordinasi pusat dan daerah untuk mempercepat perbaikan infrastruktur pascabencana
  • Melaksanakan rapat koordinasi teknis dan diskusi kelompok untuk mitigasi risiko cuaca
  • Mengintensifkan operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah
  • Mengoptimalkan kerja sama antar daerah berbasis neraca pangan
  • Memfasilitasi business matching antara produsen dan offtaker
  • Memperkuat pemantauan menjelang Iduladha, khususnya harga daging, cabai, dan bawang
  • Mengamankan pasokan pangan strategis melalui koordinasi dengan BULOG
  • Mengembangkan urban farming dan memperkuat kelompok tani hortikultura

Risiko Tetap Diwaspadai

Ke depan, inflasi Sumatera Barat diperkirakan tetap terjaga seiring normalisasi produksi dan perbaikan distribusi. Namun, sejumlah risiko masih perlu diantisipasi, seperti kenaikan harga pangan global, gangguan rantai pasok, potensi distribusi keluar daerah akibat disparitas harga, cuaca ekstrem, serta tekanan nilai tukar rupiah yang dapat memicu imported inflation.

BI menegaskan bahwa sinergi TPID akan terus diperkuat guna memastikan inflasi tetap berada dalam kisaran target, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah sepanjang 2026. (bi/mel)

Halaman:
1 2

Penulis: Imel
Editor: Imel

Bagikan: