Ratusan Mahasiswa Sumbar Tolak Omnibus Law

PADANG, binews --Ratusan mahasiswa dari berbagai Universitas di Sumbar melakukan aksi unjuk rasa di bundaran kantor DPRD Sumbar, sejak pukul 14.00 wib hingga 16 .45 wib sambil berteriak di jalan menyampaikan aspirasi nya ke DPRD Sumbar, Rabu (4/3/2020) siang
Aksi unjuk rasa mereka itu tidak lain adalah menolak Omnibus Law, atau penggabungan beberapa undang-undang menjadi 1 undang-undang, dimana akan merugikan banyak orang.
Sepanjang jalan mereka tidak hentinya berteriiak, dibawah teriknya matahari sambil membawa spanduk- spanduk- yang bertulisan " Omnibus Law untuk Siapa" salah satu tulisan dari puluhan spanduk yang mereka bawa.
Aksi unjuk rasa mahasiswa Sumbar tersebut dapat pengamanan dari pihak kepolisian, Mereka yang melakukan orasi unjuk rasa tidak di bolehkan masuk ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Provinsi Sumbar.
Baca juga: Gedung DPRD Sumbar di Blokade dengan Kawat Berduri dan Ratusan Mahasiswa
Namun, koordinator aksi Abdul Afif dan korlap Alkhori Rezki, tetap meminta agar mereka bisa diterima oleh ketua DPRD Sumbar,
Dan mereka ingin memaksakan diri untuk tetap masuk untuk ingin bertemu dengan ketua DPRD Sumbar, Namun halnya, mereka tetap tidak di bolehkan masuk ke gedung DPRD.
Berhubung ketua DPRD tidak ada di tempat (Dinas Luar) ratusan mahasiswa tersebut di sambut oleh anggota komisi I DPRD Sumbar" yakni Bakhri Bakar, Zarfi Deson serta Sekretaris DPRD Sumbar .H. Raflis SH .MM.
Sementara itu, Anggota komisi I Bakhri Bakar mengatakan, mereka datang ke DPRD Sumbar untuk menyampaikan aspirasi nya ,salah satu tuntutan adalah mereka inginkan supaya DPRD Sumbar itu menolak RUU Omnibus Law, kalau itu kita siap menyalurkan , DPRD tentu punya fasilitas untuk bisa menyalurkan menyampaikan aspirasinya itu ke pusat tertulis dengan rekaman.dan segala macamnya ."katanya Bakhri Bakar. (dewi)
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Mayat Tergulung Karpet Gegerkan Masyarakat Padang Barat
- Meninggal Jadi 8 Orang, 10 Luka Berat dan 6.002 Warga Sumatra Barat Mengungsi Pascagempa M6,1
- Ayahanda Wako Padang Panjang Berpulang
- Polda Sumbar Siagakan Satu Pleton Personel untuk Bantu Penanganan Bencana
- Warga Kabupaten Mukomuko dan Kepulauan Mentawai Rasakan Guncangan Kuat Dua Kali Gempa