Gelar Pelatihan Kewirausahaan, Diskop dan UMKM Sumbar Ciptakan Pelaku Usaha yang Sukses

BUKITTINGGI, binews.id - Demi meningkatkan kapasitas pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar dapat berwirausaha dengan baik, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumatera Barat menggelar Pelatihan Kewirausahaan Bagi Koperasi dan UMKM, 5 hingga 9 Maret 2020, di Hotel Gran Malindo, Bukittinggi.
Kepala UPTD Balai Pelatihan Koperasi (Balatkop) Provinsi Sumbar, Doni Ubani mengatakan Pelatihan Kewirausahaan ini salah satu komitmen dari Anggota Komisi III DPRD Sumbar, Hidayat, SS kepada Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar dalam pengembangan Koperasi dan UMKM.
"Saat ini, hampir banyak toko, swalayan, dan ritel-ritel besar yang mulai turun, 'kolaps', pasar mulai sepi karena maraknya perdagangan via online," ujar Doni disela sambutannya saat membuka Pelatihan Kewirausahaan Koperasi dan UMKM.
Doni berharap, dari pelatihan kita bisa termotivasi bagiamana bisa menindak lanjuti, revolusi industri yang saat ini harus kita ikuti. Bagaimanapun kita harus ikut, tidak bisa melawan kondisi yang terjadi saat ini.
Disebutkan Doni, Dalam menghadapi revolusi industri, Dinas Koperasi dan UMKM akan mengembangkan kartu aplikasi, namun disamping itu Sumbar saat ini punya lembaga Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yang beralamat di Ulak Karang Kota Padang dengan 6 orang Konsultan dan 2 orang pendamping yang akan membantu UMKM dan Koperasi untuk mengembangkan usaha dan memantau kegiatan- kegiatan usaha dari Pelaku UMKM dan Koperasi.
Berangkat dari fenomena di lapangan, Hidayat SS Anggota Komisi III DPRD Sumbar Bagian Keuangan dan Ekonomi mengatakan, saat ini banyak dinamika dan problem yang dihadapi koperasi, baik keberadaannya, maupun managerialnya.
Beberapa koperasi cenderung tidak tumbuh dan tidak berkembang, apakah itu koperasi primer, koperasi pemasaran, koperasi produksi, koperasi jasa, apalagi koperasi simpan pinjam.
"Kenapa bisa seperti ini? padahal kami bersama dinas koperasi bersepakat salah satu instrumen untuk memperkokoh sendi- sendi ekonomi masyarakat itu adalah dari Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah," ujarnya.
Kalau seandainya mekanisme kavitalisme diterapkan pemerintah, kebijakan pemerintah memberikan besar besaran masuknya alfamart dan lainnya maka gigit jari lah dan menonton sajalah para pelaku UMKM dan Koperasi di daerah ini.
Diharapkan dengan adanya pelatihan ini, para pelaku UMKM dan Koperasi kedepan nya dapat meningkatkan usahanya dan meningkatkan lagi Omset yang di dapat dari biasanya. Tidak hanya itu, diharapkan juga untuk lebih mengembangkan produk yang kreatif, tidak hanya terfokus pada satu produk saja. (Melba/Dewi)
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Ekspor Sumbar Alami Peningkatan, Ini Barang Paling Banyak Diekspor
- Usung Tema Rise Stronger di HUT ke-112, Semen Padang Terus Bangkit dan Menjadi Lebih Kuat
- Wamentan Sebut Selama Pandemi, Tiga Juta Petani Bertambah
- Harga Minyak Goreng Melambung, Nevi Zuairina Minta Perlindungan Konsumen Rumah Tangga Dalam Negeri
- Ini Cara untuk Menjadi Entrepreneur Sukses Kata Wagub Sumbar