Padang dan Padang Pariaman Masuk Zona Oranye, Sumbar Bebas Dari Zona Merah

PADANG, binews.id --Setelah 33 Minggu masa status tanggap darurat pandemi Covid-19 diberlakukan, kategori daerah berdasarkan zona mengalami perubahan. Sumatera Barat akhirnya kembali bebas dari status zona merah penyebaran Covid-19. Dimana sebelumnya Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman berstatus zona merah, kini turun menjadi zona oranye.
Perubahan status zona daerah ini diketahui berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sumbar, Senin (26/10/2020).
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal, dalam keterangan tertulis menyebutkan, selain Kota Padang dan Padang Pariaman ada 15 daerah lainnya yang masih berstatus sebagai zona oranye dengan risiko penyebaran sedang.
Daerah-daerah yang berstatus zona oranye tersebut yakni, Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kota Payakumbuh, Kota Solok, Kota Sawahlunto, Kota Pariaman, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Limapuluh Kota, dan Kabupaten Solok. Berikutnya, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Pasaman Barat, serta Kabupaten Dharmasraya.
Baca juga: ISI Padang Panjang Wisuda 301 Lulusan Sarjana Hingga Magister
"Sementara itu, dua daerah lainnya, yakni Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Kabupaten Solok Selatan, masih berstatus sebagai zona kuning dengan risiko penyebaran rendah," ujar Jasman.
Disamping itu, Jasman juga meyampaikan, hingga Senin (26/10/2020), Gugus tugas Penanganan Covid-19 Sumbar mencatat, telah terjadi penambahan kasus positif baru sebanyak 273 kasus. Sehingga total menjadi 13.059 kasus.
"Dimana Kota Padang masih menjadi daerah dengan pertambahan terbanyak, yakni sebanyak 162 kasus. Sementara penambahan lainnya tersebar di 14 kabupaten/kota lain, di antaranya Kota Pariaman 12 orang, Kota Solok empat orang, Kota Payakumbuh dua orang, Kota Bukittinggi tiga orang, Kabupaten Padang Pariaman lima orang, dan Kabupaten Tanah Datar 11 orang,"ungkapnya.
Kemudian, lanjut Jasman, Kabupaten Sijunjung sebanyak lima orang, Kabupaten Pesisir Selatan 29 orang, Kabupaten Pasaman tiga orang, Kabupaten Agam delapan orang, Kabupaten Solok 17 orang, Kabupaten Limapuluh Kota empat orang, Kabupaten Kepulauan Mentawai lima orang, serta Kabupaten Pasaman Barat tiga orang
Baca juga: ISI Padang Panjang Tuan Rumah Peksimida Sumbar 2024
Disampaikannya, dari jumlah tersebut, 510 orang (3,91 persen) masih dirawat di RS rujukan. Lalu, sebanyak 4.300 orang (32,93 persen) menjalani isolasi daerah, sebanyak 191 orang (1,46 persen) menjalani isolasi provinsi, dan sebanyak 207 orang (1,59 persen) menjalani isolasi daerah," ungkapnya.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Setelah Covid Landai, Andani: Reformasi Ketahanan Kesehatan
- SE Gubernur Sumbar, ke Hotel, Restoran Hingga Objek Wisata Wajib Tunjukkan Sertifikat Vaksin
- Meski Pandemi Melandai, Pemerintah Tetap Lanjutkan PPKM
- Pimpin Monitoring dan Evaluasi Vaksinasi Sumbar, Wagub : Kita Berjibaku Terus
- Gubernur Mahyeldi Tegaskan Semua ASN Pemprov Sumbar Wajib Vaksin
Progul Dokter Warga Mulai Layani Masyarakat Kota Padang
Kesehatan - 24 Februari 2025
Jaga Kesehatan Pegawai, KAI Divre II Sumbar Gelar Medical Check Up
Kesehatan - 19 Februari 2025
Mahyeldi Jalani Medical Check-Up di RS Unand Jelang Pelantikan
Kesehatan - 14 Februari 2025
KAI Divre II Sumbar Gelar Pengobatan Gratis terhadap 228 Pensiunan
Kesehatan - 10 Februari 2025