Sumbar Miliki Banyak Inovasi Andalan, Irwan Prayitno Dapat Atensi Luar Biasa Dari Tim Penilai IGA

"Dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini, sangat berguna sekali untuk mengurangi virus corona akibat terpaparnya dari sidik jari," tuturnya.
4. TUAN O (Toko Untuk Jualan Online) di inisiator Dinas Koperasi dan UMKM untuk memfasilitasi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya dengan memanfaatkan marketpalce atau pasar online. Dengan aplikasi bajojo.id sekarang ini banyak digunakan oleh masyarakat Sumbar dalam penyesuaian diri di era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).
5. Samsat Malming, di inisiator oleh Badan Keuangan Daerah Sumbar sebagai peluasan layanan pembayaran PKB dengan penambahan payment point melalui penambahan waktu layanan di malam hari yaitu Malam Minggu.
Baca juga: Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Sumatera Barat Lampaui Rekor Sebelum Pandemi
6. InLOVEST yang di inisiator dari Dinas Penanaman Modal dan PTSP untuk mempermudah investor untuk mengetahui keberadaan lokasi peluang investasi di Sumbar menggunakan teknologi pada perangkat bergerak, dikembangkan menggunakan android yang berintegrasi dengan Google Map.
7. Gelar Pangan Murah (GPM) keliling yang di inisiator Dinas Pangan, digunakan untuk menjual komoditas bahan pangan secara langsung ke lingkungan pemukiman masyarakat, operasi pasar dan bazar pada event-event tertentu dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.
Semuanya dijelaskan secara detil oleh Gubernur Sumbar dengan tujuan memperbaiki tata kelola pemerintahan dengan meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pemberdayaan peran serta masyarakat, guna meningkatkan daya saing daerah.
"Inovasi erat kaitannya dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Serta, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengefisiensi kerja-kerja di pemerintahan. Untuk itu, perlu dilakukan dengan inovasi. Karena, tanpa inovasi harapan tersebut tidak akan tercapai," kata Irwan Prayitno.
Maka, perlunya dilakukan inovasi untuk menjalankan program-program untuk masyarakat. Apalagi, setiap OPD di Pemprov mesti ada 10 (sepuluh) inovasi yang dilakukannya.
Tercatat sesuai data tahun 2019, karakteristik wilayah Sumbar untuk demografis jumlah penduduk 5,44 juta, tingkat kemiskinan 6,42 persen di bawah rata-rata nasional 9,2 persen, tingkat pengangguran 5,33 persen, sementara IPM Sumbar 72,39 persen lebih tinggi dari nasional, GINI RATIO sumbar cukup bagus di bawah target nasional.
Kemudian untuk pertumbuhan Ekonomi Sumbar 5,05 persen yang merupakan daerah agraris pertanian dan perkebunan, jadi Sumbar tidak bisa tinggi, namun selalu persentasenya di atas nasional.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Ekspor Sumbar Alami Peningkatan, Ini Barang Paling Banyak Diekspor
- Usung Tema Rise Stronger di HUT ke-112, Semen Padang Terus Bangkit dan Menjadi Lebih Kuat
- Wamentan Sebut Selama Pandemi, Tiga Juta Petani Bertambah
- Harga Minyak Goreng Melambung, Nevi Zuairina Minta Perlindungan Konsumen Rumah Tangga Dalam Negeri
- Ini Cara untuk Menjadi Entrepreneur Sukses Kata Wagub Sumbar