Biadap, Oknum Guru di Sijunjung Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur Sejak 2018

"Ya, tersangka sudah diamankan dan sudah dilakukan penangkapan pelaku tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur. Penangkapan itu dilakukan pada Sabtu 26 Desember 2020 sekitar pukul 12.00 WIB di kediaman tersangka di Kecamatan IV Nagari, Kabupaten Sijunjung,"jelas Kasat Reskrim AKP Abdul Kadir Jailani,S.IK.
Setelah itu, Kasat Reskrim AKP Abdul Kadir Jailani,S.IK memerintahkan team Opsnal Sat Reskrim Polres Sijunjung melakukan lidik pelaku persetubuhan terhadap anak dibawah umur berdasarkan laporan polisi : LP / 156 / XII / 2020 / SPKT- Res Sijunjung tanggal 24 Desember 2020 dengan surat perintah tugas : Sp.Gas / 64.a / XII / 2020 / Reskrim tanggal 26 Desember 2020.
Berdasarkan informasi, pelaku berada di Jorong Koto Panjang Nagari Koto Baru Kecamatan IV Nagari, Kabupaten Sijunjung.
Baca juga: Sijunjung Kekurangan Guru Lebih dari 1.000 Orang, Bupati : Tahun 2022 Sekolah Bakal Digratiskan
Berdasarkan informasi tersebut Opsnal Sat Reskrim Polres Sijunjung berkoordinasi dengan Unit Reskrim Polsek IV Nagari dan Bhabhinkamtibmas Nagari Koto baru. Selanjutnya dipimpin Kasat Reskrim AKP Abdul Kadir Jailani,S.IK , secara bersama melakukan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur itu.
Kemudian tim yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Polres Sijunjung mengamankan tersangka dan dibawa ke Mapolres Sijunjung guna proses hukum lebih lanjut.
"Berdasarkan pengakuan pelaku telah melakukan persetubuhan dengan korban sejak tahun 2018 s/d 2020. Tersangka diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara atau minimal lima tahun penjara sesuai undang-undang perlindungan anak,"sebut Kasat Reskrim AKP Abdul Kadir Jailani,S.IK .
Kepala Dinas Pendidikan Sijunjung, Ramler, SH, MM sempat kaget atas kasua tersebut.
"Jika dia oknum PNS bisa saja terancam diberhentikan dan jika swasta dia bisa dikeluarkan dari yayasan tanpa hormat. Itu jelas perbuatan asusila dan melanggar hukum,"kata Ramler, Sabtu (26/12/2030) malam. (ius)
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Respons Cepat Banjir Sumpur Kudus, Pemprov Sumbar Salurkan 2.830 Kg Beras untuk Warga
- PJs Bupati Sijunjung Akan Tinjau Korban Banjir Bandang Di Lima Nagari di Sumpurkudus
- Banjir Bandang Menghantam Empat Nagari di Sumpurkudus Sijunjung, Terparah di Silantai
- Rumah Dinas Guru SDN 18 Pematangpanjang Ludes Terbakar, Diduga Karena Hal Ini..
- Beraksi 12 TKP, Dua Tersangka Curas 395 Gram Emas di Door Polisi Sijunjung