Kemenkes RI Kirim Perawat ke Belanda

JAKARTA, binews.id -- Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mendukung Program Peningkatan Kapasitas Perawat Indonesia ke Belanda pada Jumat (5/11/2021) di Jakarta.
Program tersebut merupakan salah satu kerja sama yang telah dimulai persiapannya sejak awal tahun 2020 dan akan segera memulai kegiatan di Belanda pada November 2021.
''Hari ini waktu yang baik untuk saya karena saya melihat perawat dari Indonesia dibutuhkan di Belanda. Sejujurnya saya rasa ini adalah langkah awal untuk mengirimkan perawat kami ke negara lain di Eropa,'' katanya secara virtual, Jumat (5/11/2021).
Indonesia memiliki kesamaan demografi dengan negara-negara di Eropa. Banyak orang di sana membutuhkan penanganan dari segi kesehatan dan Indonesia memiliki banyak anak muda dengan passion untuk merawat mereka.
Baca juga: PasEFest 2022, Kampung Halaman Imam Bonjol Kini Dijuluki Land of The Equator City
''Perawat Indonesia juga memiliki kemampuan berbahasa yang luar biasa, tak hanya itu mereka juga memiliki kemampuan teknis yang baik,'' ucapnya.
Menkes Budi berharap dengan meningkatkan standar kapasitas perawat, perawat Indonesia bisa bekerja di negara Eropa lainnya.
Sebelumnya, telah dilakukan pelepasan perawat Indonesia yang akan mengikuti Program Pendidikan dan Magang di Belanda oleh Menteri Kesehatan RI bersama dengan Sekretaris Jenderal Kemenkes RI, Kepala Badan PPSDMK dan Direktur Yomema BV pada 15 September 2020.
Sebanyak 33 orang perawat terpilih diberangkatkan ke Belanda untuk mengikuti program, pendidikan dan pelatihan. Kerja sama peningkatan kapasitas ini dilaksanakan atas kerja sama antara Kementerian Kesehatan RI dengan Your Medical Matchmaker (Yomema B.V.) melalui penandatanganan Technical Arrangement on Capacity Building for Indonesian Health Professionals tanggal 21 Juni 2019.
Baca juga: Presiden Sampaikan Komitmen Indonesia dalam Perlindungan Laut
Dalam program tersebut, perawat Indonesia akan mengikuti kegiatan pre departure selama 6-8 bulan di Indonesia yang dilanjutkan dengan pendidikan dan magang selama 4 tahun pada institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan dengan pembiayaan sepenuhnya dari pihak Belanda. Pada akhir program, perawat akan memperoleh gelar Bachelor of Nursing sebagai salah satu syarat memperoleh sertifikasi registered nurse Belanda. Sertifikasi ini dapat digunakan untuk bekerja di Uni Eropa.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Mahasiswa S3 Ilmu Lingkungan UNP Laksanakan Praktik Kerja Lapangan di Kepulauan Riau
- Hj. Nevi Zuairina Minta Ada Transformasi Kesehatan dan Pariwisata di KEK Sanur
- PP IPPNU X Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama Gelar Peer Educator Cegah Stunting
- Gubernur Mahyeldi, Direktur dan Rektor UNP Temui Wapres Usulkan Pengembangan RSAM Bukittinggi
- Bio Farma Ajak Perempuan di Kalimantan Tengah Cegah Kanker Serviks
Progul Dokter Warga Mulai Layani Masyarakat Kota Padang
Kesehatan - 24 Februari 2025
Jaga Kesehatan Pegawai, KAI Divre II Sumbar Gelar Medical Check Up
Kesehatan - 19 Februari 2025
Mahyeldi Jalani Medical Check-Up di RS Unand Jelang Pelantikan
Kesehatan - 14 Februari 2025
KAI Divre II Sumbar Gelar Pengobatan Gratis terhadap 228 Pensiunan
Kesehatan - 10 Februari 2025