PJ Wali Nagari Sulit Air : Selain Fisik, Pembangunan SDM Juga Penting

Lebih jauh diterangkan PJ Wali Nagari Sulit Air itu, bahwa program 'Ambo Soto Ciek' ini pada hakekatnya menjadi semangat untuk seluruh lapisan masyarakat dalam ikut berperan dan berpartisipasi demi percepatan pembangunan dan kemajuan Nagari, baik dalam bentuk tenaga, fikiran maupun material.
"Dengan program 'Ambo Soto Ciek', setiap masyarakat baik yang di kampung maupun di perantauan berhak dan diharapkan memberikan sumbangsih untuk pembangunan nagari. Karena tanpa dukungan seluruh pihak, mimpi besar untuk nagari kita ini mustahil bisa terwujud. Selain itu, dukungan Pemerintah Daerah, seluruh lembaga yang ada hingga insan pers tak kalah pentingnya dalam upaya percepatan mencapai apa yang kita cita-citakan ini," tuturnya.
Dijelaskan Jumaini, secara konkrit implementasi program 'Ambo Soto Ciek' itu dijabarkan dalam Peraturan Nagari (Perna) nomor 4 tahun 2021 yang telah ditandatangani pada tanggal 1 November 2002 1 lalu, serta telah diundangkan.
Baca juga: Sekda Medison Ikut Zoom Meeting Bersama Mendagari, Bahas Soal Pelantikan Kepala Daerah
"Perna tentang partisipasi swadaya gotong royong masyarakat tersebut pada 1 November kemarin sudah saya undangkan dalam lembaran negari, diantaranya Goro wajib untuk tingkat jorong 1 kali dalam sebulan dan Goro Nagari pada objek-objek vital yang ada di Kenagarian dilaksanakan sekali 3 bulan," terangnya.
Adapun bagi warga yang tidak bisa ikut pada gotong royong, diganti pada hari lain. Namun jika masih tidak bisa, maka sebagai gantinya dengan memberikan satu sak semen. Semen yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk peningkatan pembangunan di Jorong setempat maupun Nagari. Masyarakat yang diwajibkan Goro adalah laki-laki berusia 18 hingga 60 tahun.
Selain itu, tidak ketinggalan sesuai program Bupati Solok, terkait pengadaan excavator di setiap kecamatan sebagai upaya menyokong percepatan pembangunan yang pemakaiannya digilir di nagari-nagari.
"Sekarang ini Alhamdulillah kita di kecamatan sudah ada excavator yang saat in tengah berada di Nagari Tanjung Balik. In syaa Allah pada Desember besok akan dioperasikan di Sulir Air dan akan dikerahkan untuk pembukaan jalan usaha tani sepanjang 6 KM dengan lebar 8 M, yang menghubungkan Jorong Gantiang Cubadak- Basung hingga ke Limau Puruik. Saat ini proses pembebasan lahannya sudah berjalan melalui musyawarah bersama BPN, alim ulama, cadiak pandai dan tokoh masyarakat setempat," ungkapnya.
Menurutnya, banyak potensi yang ada dan bisa digarap dengan terbukanya akses jalan itu yang akan berdampak pada geliat ekonomi kerakyatan, diantaranya potensi pertanian, pengairan, dan peternakan. Untuk mobilitas kebutuhan maupun hasil pertanian, tentunya juga akan lebih mudah dengan terbukanya akses jalan itu.
"Rencananya, setelah dibuka akses jalan itu, kita akan membangun embung. Mudah-mudahan, dengan demikian, semua lahan tidur yang selama ini tidak tergarap bisa diberdayakan sebagai sumber penghidupan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," imbuhnya.
Terlebih, tambah Jumaini, pada tahun 2022 mendatang, Bupati Solok memiliki program 5 Milyar untuk bibit. Nagari Sulit Air tentunya sangat menyambut baik program ini, dan akan siap dengan lahan untuk mendukung program tersebut.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- MTQ Nasional ke-40 Tingkat Kabupaten Solok Resmi Ditutup: Kecamatan X Koto Singkarak Raih Juara Umum
- Kadis Kominfo Dharmasraya Dorong Peningkatan Kapasitas Wartawan untuk Kualitas Informasi dan Pengembangan Wisata
- Tim Visitasi dari Komisi Informasi Sumatera Barat Sambangi Diskominfo Kabupaten Solok
- Pjs. Bupati Solok Akbar Ali Hadiri Workshop Uji Coba Aplikasi Indeks Kepemimpinan Kepala Daerah (IKKD)
- 13 Balita Stunting di Nagari Labuah Panjang Diwisuda Melalui Program PASS