Gubernur Sumbar Harapkan 2022 Bisa Lakukan Pembebasan Lahan untuk Reaktivasi Jalur Kereta
"Ini terbukti semakin meningkatnya frekwensi kereta api yang melayani penumpang setiap harinya," sebutnya.
Aktifnya kereta api di Sumbar tentu berdampak kepada penguna moda transportasi lainnya, baik intergrasinya dengan moda udara, darat, serta laut, dan hukum yang lebih penting lagi keselamatan pada jalur kereta api, baik mengunakan kendaraan sepeda motor, mobil dan jalan kaki lainnya yang bisa mengancam keselamatan bagi masyarakat melaluinya.
"Maka tidak mustahil sering terjadi kecelakaan kereta api dipelintasan, bahkan menimbulkan korban jiwa meninggal," ujarnya.
Baca juga: Rakor di Pesisir Selatan, Sekdaprov Sumbar Dorong Hilirisasi Produk Unggulan Daerah
Menyikapi hal itu, Gubernur berharap pemerintah bisa memenuhi sarana dan prasarana kelengkapan pelintasan sebidang yang sesuai dengan aturan aturan yang berlaku.
"Kita harus menata kembali dan melakukan rekayasa lalui lintas bagi masyarakat yang domisilinya disepanjang rel kereta api, mungkin saja dengan membangun jalan jalan akses/kolektor/frontage road disisi rel kereta api, atau membangun fly over/underpass/jembatan penyeberangan orang," harapnya. (*/bi)
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Gubernur Buka Seleksi Kafilah MTQ Nasional XXXI, 163 Peserta Bersaing Rebut Tiket ke Semarang
- Tiba di Asrama Haji, Ketua PPIH Ingatkan Jemaah Kloter 6 Jaga Kartu Nusuk Tidak Hilang
- Perkuat Komitmen Keselamatan Kerja, KAI Divre II Sumbar Kembali Gelar Rapat Safety Committee Kedua April 2026
- Wako Fadly Amran Dukung Peringatan 50 Tahun Museum Adityawarman
- Wako Fadly Siap Sukseskan Kota Padang Tuan Rumah Pusako ASEAN






