Bundo Raudha Thaib Terima Anugerah Kebudayaan Indonesia 2021

Jumat, 24 Desember 2021, 20:18 WIB | Gaya Hidup | Nasional
Bundo Raudha Thaib Terima Anugerah Kebudayaan Indonesia 2021
Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi Ansharullah, SP Datuak Marajo menyerahkan penghargaan Anugerah Kebudayaan Indonesia 2021 kategori Tokoh Masyarakat Adat di Istana Gubernuran, Jum'at (24/12/2021) kepada Prof. Dr. Ir. Raudha Thaib, MP yang merupakan Ketua Bundo Kanduang Sumatera Barat. IST
IKLAN GUBERNUR

PADANG, binews.id -- Peranan perempuan di Minangkabau adalah salah satu hal yang unik dalam kebudayaan di Nusantara. Perempuan ditempatkan dalam posisi yang cukup tinggi pada pengambil keputusan dalam Rumah Gadang di Minangkabau.

Perempuan Minang disebut sebagai Bundo Kanduang, Limpapeh Rumah Nan Gadang. Arti ungkapan tersebut bermakna bahwa perempuan di Minangkabau adalah memiliki kedudukan yang penting dalam kaum dan masyarakat.

Hal ini disampaikan Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi Ansharullah, SP Datuak Marajo menyerahkan penghargaan Anugerah Kebudayaan Indonesia 2021 kategori Tokoh Masyarakat Adat di Istana Gubernuran, Jum'at (24/12/2021) kepada Prof. Dr. Ir. Raudha Thaib, MP yang merupakan Ketua Bundo Kanduang Sumatera Barat.

Gubernur berharap generasi muda bisa memahami terhadap nilai-nilai adat Minangkabau.

Baca juga: KPID Sumbar Gelar Pelatihan Broadcasting Bertema Penyiaran Digital: Siaran di Era Multimedia

"Kita berharap kepada tokoh adat atau pemangku adat, seperti Bundo Raudha Thaib yang selalu berperan mengangkat Adat Budaya Minangkabau," ucapnya.

Namun di era globalisasi sekarang ini, sedikit demi sedikit mulai menggerus nilai -- nilai luhur perempuan sebagai tokoh sentral dalam kaum dan masyarakatnya. Perlu adanya Tokoh yang mampu mengembalikan "keagungan" fungsi perempuan di Minangkabau.

"Maka sudah patut rasanya kita memberikan reward atas apa yang telah dilakukan beliau selama ini," tuturnya.

Mahyeldi menjelaskan, kehadiran perempuan sebagai bundo kanduang merupakan contoh dan teladan budi bagi masyarakatnya, bagi kaumnya, dan bagi rumah tangganya. Sosok bundo kanduang digambarkan sebagai ibu yang berwibawa, arif bijaksana, suri teladan, memakai raso (rasa) dan pareso (periksa), serta tutur katanya sopan.

Baca juga: KPID Sumbar Gelar Literasi Media di Payakumbuh: Wujudkan Penyiaran yang Sehat

Sebagai lambang kehormatan dan kemuliaan, seorang perempuan yang menjadi Bundo Kanduang tidak hanya menjadi hiasan dalam bentuk fisik saja tapi kepribadiannya sebagai perempuan, kemudian ia harus memahami ketentuan adat yang berlaku, disamping tahu dengan malu dan sopan santun juga tahu dengan basa basi dan tahu cara berpakaian yang pantas.

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: