Pemerintah Siapkan Rp451 Triliun untuk Program Ini Tahun Ini

Senin, 17 Januari 2022, 10:44 WIB | Ekonomi | Nasional
Pemerintah Siapkan Rp451 Triliun untuk Program Ini Tahun Ini
Seskab Pramono Anung didampingi Deputi DKK Thanon Aria Dewangga pada Ratas Evaluasi PPKM. Minggu (16/01/2022), secara virtual. IST
IKLAN GUBERNUR

JAKARTA, binews.id -- Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp451 triliununtuk Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2022 yang akan digunakan untukkesehatan,perlindungan sosial, danfasilitas fiskal untuk beberapa sektor.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekon), Airlangga Hartarto, dalam keterangan pers usai mengikuti Rapat Terbatas mengenai Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dipimpin Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Minggu (16/01/2022) melalui konferensi video.

"Bapak Presidentadi telah menyetujui beberapa program yang terkait denganPEN. TerkaitPENinidisiapkan anggaran di tahun 2022 sebesarRp451 triliun dan itu terbagi menjadi tiga,yaitu untuk kesehatan,perlindungan sosial,dan terkait dengan fasilitas fiskal untuk beberapa sektorataupunUMKM maupunkorporasi," kata Airlangga.

Airlangga memaparkan, pemerintah akan memperpanjang insentif fiskal properti berupa PPN yang ditanggung pemerintah (PPN DTP) sampai dengan Juni 2022.

Baca juga: Hj. Nevi Zuairina Dorong BUMN Energi Percepat Pengembangan Baterai EV dan Optimalisasi Limbah

"Yang sudah disetujui oleh Bapak Presiden yang pertama terkait dengan insentif fiskal properti atau Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah ini disiapkan bahwa perpanjangannya akan dilakukan sampai dengan Juni 2022," terangnya.

Untuk rumah susun/rumah tapak yang nilainya Rp2 miliar diberikan PPN DTP sebesar 50 persen dan diperhitungkan sejak awal kontrak, dan diharapkan rumah bisa diselesaikan dalam waktu sembilan bulan. Kemudian untuk properti yang harga jualnya Rp2-5 miliar mendapatkan PPN DTP sebesar 25 persen.

Program berikutnya adalah pemberian fasilitas tarif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) khusus sektor otomotif dengan harga penjualan di bawah Rp200 juta seperti mobillow cost green caratau LCGC.

"PPnBM-nya sekarang adalah 3 persen di mana di kuartal pertama diberikan fasilitas nol persen artinya 3 persen ditanggung pemerintah, di kuartal kedua itu 2 persen ditanggung pemerintah, di kuartal ketiga adalah 1 persen ditanggung pemerintah, dan di kuartal keempat bayar penuh yaitu sesuai dengan tarifnya yaitu 3 persen," ujar Airlangga.

Baca juga: Nevi Zuairina minta Pengawasan BBM Subsidi Ditingkatkan dan Pelanggar Harus Diberi Efek Jera

Sementara untuk otomotif dengan harga Rp200-250 juta yang tarif PPnBM-nya 15 persen, Airlangga menjelaskan, PPnBM akan ditanggung pemerintah sebesar 50 persen di kuartal pertama.

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: