Pemerintah Pangkas 10,37 Juta Ton Emisi Karbon Pembangkit Listrik di 2021

Sabtu, 22 Januari 2022, 10:36 WIB | Ragam | Nasional
Pemerintah Pangkas 10,37 Juta Ton Emisi Karbon Pembangkit Listrik di 2021
Pembangkit listrik. IST
IKLAN GUBERNUR

JAKARTA, binews.id -- Pemerintah berkomitmen untuk mewujudkan akses energi listrik bersih ataugreen energydan mencapai target Net Zero Emission (NZE) di 2060. Komitmen tersebut dibuktikan dengan keberhasilan memangkas emisi karbon dioksida (CO2) pembangkit listrik sepanjang tahun 2021 hingga 10,37 juta ton atau mencapai 210,8 persen dari target sebesar 4,92 juta ton.

"Ini menyangkut (kontribusi Indonesia) ke nasib dunia, dari segi pembangkitan terus diupayakan untuk ditekan. Dari target 2021, kami mencatat lebih dari 200 persen capaiannya," ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Ketenagalistrikan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana, dalam rilis yang diakses pada laman Kementerian ESDM, Jumat (21/01/2022).

Rida memaparkan, reduksi emisi CO2 pembangkit listrik dari tahun ke tahun menunjukkan perkembangan yang signifikan. Pada 2020 lalu, Kementerian ESDM menargetkan angka penurunan emisi karbon di pembangkit sebesar 4,71 juta ton dan realisasinya mencapai 186 persen atau 8,78 juta ton dari target yang ditetapkan.

Adapun pada tahun 2022, Kementerian ESDM telah menetapkan angka 5,36 juta ton pada reduksi emisi CO2 pembangkit litsrik.

Baca juga: Komitmen Semen Padang Kembangkan EBT, Masyarakat Nagari Padang Alai Antusias Tanami 80.000 Bibit Kaliandra Merah

"Angka ini akan kita kawal selama 2022 nanti," tegasnya.

Implementasi Pajak Karbon

Guna terus menekan emisi karbon, pemerintah pun telah menyusun prinsip pelaksanaan netralitas karbon dan peta jalan transisi energi, salah satunya melalui penerapan pajak karbon dan perdagangan karbon.

"Ini mulai menerapkan pajak karbon per tanggal 1 April 2022 dengan skemacap and trade and tax," jelas Rida.

Baca juga: Gubernur Mahyeldi Terima Tamu dari Jepang, Jajaki Pembangkit Bio Energi di Mentawai

Penerapan skemacap and trade and tax, sambung Rida, secara khusus diberlakukan bagi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batu Bara dengan kapasitas 25 -- 100 megawatt dan rencananya akan mulai efektif diimplementasikan pada 2023 mendatang.

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: