Potensi Penangkapan Ikan di Sumbar Capai 565,100 Ton per Tahun

Rabu, 16 Februari 2022, 08:50 WIB | Ekonomi | Kota Bukittinggi
Potensi Penangkapan Ikan di Sumbar Capai 565,100 Ton per Tahun
Ilutsrasi Ikan
IKLAN GUBERNUR

PADANG, binews.id -- Provinsi Sumbar memiliki potensi penangkapan ikan yang cukup besar yaitu 565,100 ton per tahun. Gubernur Sumbar Mahyeldi menyebutkan dari425.047hektare lahan budidaya, baru dimanfaatkan seluas11.992Ha dan 99 persen diantaranya adalah untuk budidaya air tawar. Sehingga masih sangat besar peluang budidaya laut dan payau atau tambak.

Dari425.047hektare lahan budidaya tersebut, 74 persennya dilaut, 13 persen daerah payau atau pesisir dan 13 persen budidaya air tawar. Potensi laut seluas186.580kilometer persegi dengan potensi penangkapan ikan 565,100 ton per tahun.

"Sumbar berada di pesisir yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, memiliki potensi besar bidang kelautan dan perikanan. Masih besar peluang kita meningkatkan budidaya Laut dan Payau atau tambak. Masih besar peluang kita untuk mengembangkan perikanan tangkap," ujarnya saat membuka Rapat Sinkronisasi dan Koordinasi Program dan kegiatan Kelautan & Perikanan Dengan Kabupaten dan Kota, Tahun 2022, di Aula Gedung Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar, di Padang, Selasa (15/2).

Beberapa potensi budidaya laut dan tambak, menurut gubernur diantaranya adalah budidaya ikan kakap putih, kerapu dan udang vaname. Bahkan khusus untuk udang vaname asal Sumbar disebut lebih baik kualitas dan citarasanya dibanding dari daerah lain.

Baca juga: KAI Divre II Sumbar Gelar Ramp Check untuk Pastikan Keselamatan dan Kenyamanan Angkutan Lebaran

Mahyeldi juga menyebutkan keberadaan UPT Pusat di Sumatera Barat yang sangat penting bagi Pemprov Sumbar, karena ikut mendorong percepatan pembangunan kelautan dan perikanan di Sumatera Barat. Diantaranya program unggulan dari Kementerian KKP berupa Kampung Budidaya dan Kampung Nelayan.

Salah satu program Kampung Budidaya dan Kampung Nelayan terdapat di Pasaman yang saat ini sudah ditetapkan sebagai Kampung Ikan Mas. Gubernur berharap hal ini juga bisa diikuti oleh kabupaten dan kota lainnya di Sentra Perikanan. Sinergi DKP dengan UPT Pusat, harap gubernur juga tetap dipertahankan, sebab program -program unggulan daerah (Progul) tidak hanya dicapai dari APBD semata.

"Dari Potensi yang ada itu, melalui rakor ini silahkan susun rencana strategis, yang terukur dan kita sinkronkan dengan Renstra Provinsi dan Pusat. Jika ada peluang untuk anggaran provinsi atau pusat raih dengan cepat. Koordinasikan, sampaikan proposal, silakan juga kalau melalui dana Pokir, sehingga semua bergerak cepat dan terukur," ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Desniarti mengatakan tahun ini pihaknya akan memfokuskan lima sektor pembangunan, diantaranya program pengelolaan perikanan tangkap, program pengelolaan perikanan budidaya, peningkatan daya saing kelautan perikanan, konservasi, dan pengawasan.

Baca juga: KAI Divre II Sumbar Imbau Masyarakat Tidak Ngabuburit di Jalur Kereta Api Demi Keselamatan

"Tahun ini kita sebagai salah satu OPD yang diprogramkan 10 persen anggaran APBD, dari DKP sendiri nilainya Rp 90 miliar. Pengembangan tahun ini paling banyak memang diberikan budidaya tangkap. Karena sumber perekonomian masyarakat dari tujuh kabupaten ini berasal dari laut," katanya.

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: