Kunjungan Bersama Dirut Pertamina Patra Niaga, Andre Minta Pertamina Pastikan Solar Aman di Sumbar

Senin, 04 April 2022, 10:53 WIB | Ekonomi | Kota Padang
Kunjungan Bersama Dirut Pertamina Patra Niaga, Andre Minta Pertamina Pastikan Solar Aman...
Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade bersama Direktur Utama (Dirut) Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution, mengecek langsung stok solar bersubsidi di Kota Padang, Jumat (1/5). IST
IKLAN GUBERNUR

"Kita masih temukan truk-truk yang tidak berhak yang melanggar Perpres 191/2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM. Pertamina butuh dukungan dari penegak hukum, Pemprov Sumbar. Kami dan Komisi V DPR bersama Pertamina, berapapun kebutuhan masyarakat Sumbar akan disiapkan," katanya.

Ditanya wartawan kenapa sampai Andre Rosiade yang turun tangan? Andre menyebut, hal ini merupakan tanggung jawab sebagai anggota DPR RI mewakili Sumbar. "Masyarakat Sumbar yang telah memilih kami menyampaikan aspirasi bagaimana seorang anggota DPR RI Andre Rosiade turun ke lapangan memastikan ketersediaan solar," katanya.

Andre berharap Pemprov yang turun tangan. Kalau memang dirasakan lambat oleh masyarakat, tentu ini juga bagian dari tanggung jawab anggota DPR untuk membantu. "Menggunakan kewenangan kami di Komisi VI, kami ajak Pertamina dan Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian hari ini langsung turun mendampingi kami dan turun mengeksekusi aspirasi masyarakat Sumbar. Terima kasih kepada Pertamina, bu Nicke dan pak Alfian," katanya.

Baca juga: Delapan Tim SIG Group Ambil Bagian dalam Cerdas Cermat SIG K3 Champions League di PT Semen Padang

//Amankan Solar//

Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution yang mengelola distribusi BBM dan gas se-Indonesia mengatakan, untuk kelangkaan solar di Sumbar didapat informasi dari rapat di Komisi VI dengan Pertamina yang dihadiri Andre Rosiade. Dia datang ke Sumbar juga karena ajakan dari Andre Rosiade.

"Sesuai aspirasi masyarakat Sumbar, pak Andre menyampaikan ke saya. Kita melihat banyak antrean solar di Sumbar. Sejak minggu sudah terus ditambah pasokannya ke Sumbar. Memang, untuk menambah itu tidak bisa langsung jebret. Tapi pelan-pelan tetap kita tambah. Untuk Sumbar sudah ditambah sekitar 5-10 persen di atas kuota," katanya.

Alfian mengatakan, datang ke Sumbar bersama Andre Rosiade untuk mengecek apakah antrean masih ada. Apakah kebutuhan masyarakat Sumbar Sudah terpenuhi semua. "Hasilnya, ternyata antrean sudah mulai terurai dan tadi informasi juga dari SAM Sumbar, bahwa kita akan terus tambah pasokan jika diperlukan," katanya.

Dia menegaskan, berbarengan dengan penambahan, semua pihak harus saling mengawasi. Karena, berapapun solar yang ditambah, kalau tidak diawasi bersama masyarakat dan aparat untuk yang berhak menggunakan solar subsidi percuma. "Seperti truk yang rodanya di atas enam untuk pengangkut sawit dan batubara itu tidak boleh menggunakan solar subsidi. Kalau kita tidak awasi bareng-bareng, tetap kurang juga," katanya.

Seharusnya, sebutnya, tidak boleh ada truk yang menggunakan tangki tambahan. "Saya sudah minta untuk operator tidak melakukan pengisian truk yang menggunakan tangki tambahan. Karena itu sudah menyalahi aturan, setiap truk itu maksimal boleh mengisi solar 200 Liter," katanya.

Alfian mengatakan kuota solar nasional mencapai 14,9 juta kilo Liter (KL). Kuota solar subsidi Sumbar 411.028 KL per tahun, atau 34.252,3 KL per bulan atau atau rata-rata setiap harinya 1.123 KL. Jika terjadi kenaikan sebesar 5 persen, maka setiap harinya akan dialokasikan sebesar 1.182 KL atau 431.579 KL per tahun. Angka tersebut dinilai belum mencukupi, karena pasokan yang paling aman adalah sebesar 474.500 KL per tahun atau 1.300 KL per hari.

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: