Ketua BUMN Muda Indonesia Sharing dengan Leaders Muda Semen Padang

"Tiap bulan leader muda dari masing-masing klaster duduk setengah jam dengan para mentor. Semuanya diajarkan oleh mentor, termasuk mengeluarkan statemen di media dan menyampaikan kritikan. Ini yang kami siapkan di BUMN Muda," beber Soleh.
BUMN Muda dan BUMN Srikandi itu, sebut Soleh, bukan sekedar muda dan bukan sekedar perempuan. Harus ada kualitas kepemimpinan masa depan. Ada beberapa elemen unik dan keterampilan yang dibutuhkan untuk pemimpin masa depan.
Pertama, business acumen. Apapun posisinya harus ngerti bisnis. Apapun pekerjaan, harus ngerti bisnis. Impact bisnis itu harus dipahami. Contohnya saat interview direksi, itu ada 1 cluenya.
Baca juga: Ajak Generasi Muda Pasaman Gabung dengan IMI, Rahmi Wahidah : Hobi Harusnya Disalurkan di Arena Seha
"Misalnya leader ini dari general manager marketing, kemudian ada posisi promosi untuk jabatan direktur marketing. Begitu di-interview, leader ini tidak peduli tentang produksi, tentang keuangan. Pedulinya hanya tentang area marketing," katanya.
"Pandangan leader ini salah, langsung dicoret dan dianggap tidak siap untuk jabatan direksi. Tapi kalau ada yang sudah memikirkan produksi dan lain sebagainya, maka leader ini layak naik kelas. Jadi intinya, apapun posisi jabatan yang dipegang, kita harus mengerti bisnis," imbuh Soleh.
Elemen kedua, kata Soleh, adalah global mindset. Arti global ini tidak harus kuliah luar negeri, tidak harus ekspor. Global ini soal persaingan dengan pemain global. Apalagi BUMN yang ditugaskan untuk masuk luar negeri, seperti BUMN semen untuk masuk pasar Asia Selatan, Australia dan lainnya.
"Jadi kepada para leader di BUMN, bahasa asing itu penting, terutama bahasa inggris itu wajib. Saya 14 tahun di luar negeri, bahasa inggris saya masih medok. Itu tak masalah, yang penting pesan itu tersampaikan. Ini PR bangsa kita," ujarnya.
Untuk mewujudkan mindset global itu, Kementerian BUMN menyiapkan beasiswa keluar negeri untuk para leader. Beasiswa keluar negeri itu bukan hanya untuk kuliah. Para leader harus membangun jaringan atau networking dengan semua orang dari berbagai negara.
"Leader harus siap mental. Jangan mental kita itu selalu inferior (merasa di bawah) ketika ketemu orang asing atau sebutlah orang Singapura. Negara Singapura itu kecil, dan kita harus merasa itu lebih besar dari Singapura," ujarnya.
Kemudian elemen ketiga, yaitu driving execution. Kata Soleh, di Indonesia sudah cukup orang berwacana dan sudah cukup orang punya strategi korporasi. Jadi, leader itu harus mampu menjadi eksekutor. Eksekutor itu adalah tangguh memimpin, dan tidak pernah menyerah untuk menyelesaikan tugas dengan tuntas.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- KAI Divre II Sumbar Gelar Ramp Check untuk Pastikan Keselamatan dan Kenyamanan Angkutan Lebaran
- KAI Divre II Sumbar Imbau Masyarakat Tidak Ngabuburit di Jalur Kereta Api Demi Keselamatan
- Datuak Febby: Keterbukaan Informasi Penting untuk Efisiensi Anggaran
- Wako Fadly Amran Instruksikan Damkar Siram Material Tercecer di Jalan Bypass
- Kapolda Sumbar Hadiri Launching Penguatan Program Pekarangan Pangan Lestari