Waspada Teknik Phising Penipuan Mengatasnamakan Lembaga Jasa Keuangan

JAKARTA, binews.id --Sehubungan dengan maraknya penipuan dengan memanfaatkan media sosial oleh pihak-pihak yang mengatasnamakan Lembaga Jasa Keuangan, OJK menghimbau masyarakat untuk mewaspadai teknik phising yang kerap digunakan untuk mengelabui korban. Phising merupakan salah satu modus penipuan yang dilakukan dengan menyamar antara lain sebagai karyawan, call center atau customer service lembaga jasa keuangan yang resmi untuk menjebak korban agar memberikan data pribadi, data akun, atau data finansial.
OJK meminta masyarakat mewaspadai email, pesan singkat maupun pesan melalui media sosial yang memiliki ciri-ciri phising sebagai berikut:
1. Menggunakan nama akun serta foto profil yang mirip dengan akun resmi Lembaga Jasa Keuangan;
2. Meminta data-data finansial konsumen yang sifatnya rahasia, seperti PIN, kata sandi, kode OTP, atau nomor kartu kredit. Lembaga Jasa Keuangan tidak pernah meminta data-data tersebut kepada nasabahnya.
Baca juga: Serahkan SK PPPK, Hendri Septa Ingatkan Tanggung Jawab dan Amanah
3. Memberi tautan atau link dan meminta konsumen untuk mengakses link
tersebut, antara lain dengan tawaran diskon, untuk melihat berita, dan lainnya.
4. Mendesak korban untuk cepat mengambil keputusan. Pelaku phising akan meminta korban untuk mengambil keputusan dengan cepat dengan berbagai alasan seperti adanya transaksi mencurigakan sehingga harus segera memblokir kartu, masa promo akan cepat habis, dan rayuan lainnya agar korban terperdaya atau panik sehingga tidak sempat berpikir lama.
OJK telah mengatur tata cara pengelolaan informasi pribadi konsumen oleh Lembaga Jasa Keuangan melalui Peraturan OJK Nomor 6/POJK.07/2022 tentang Perlindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan. Selanjutnya, OJK menghimbau masyarakat senantiasa menjaga keamanan informasi sensitif yang dapat digunakan pelaku phising untuk membobol rekening korban. Informasi yang biasanya diincar pelaku phising antara lain:
Baca juga: Lapas Kelas III Dharmasraya Gelar Apel Siaga Tiga plus Satu Kunci Pemasyarakatan
1. User name
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Nevi Zuairina Usul Koperasi sebagai Solusi Distribusi LPG 3 Kg untuk Minimalkan Kebocoran dan Perkuat Pengawasan
- Hj. Nevi Zuairina Dorong BUMN Energi Percepat Pengembangan Baterai EV dan Optimalisasi Limbah
- Awal Tahun 2025 Investor Pasar Modal Lampaui 15 Juta
- Nevi Zuairina minta Pengawasan BBM Subsidi Ditingkatkan dan Pelanggar Harus Diberi Efek Jera
- Penuhi Kebutuhan Pelanggan, PLN Sukses Tambah Jumlah SPKLU hingga 299% di Seluruh Indonesia Sepanjang 2024