Wagub Sumbar: Pelaku UMKM Harus Go Digital Untuk Hadapi Tantangan Global
BUKITTINGGI, binews.id -- Mewujudkan program 100 Ribu Milenial Entrepreneur dan Women Enterpreneur sebagai pelaku ekonomi kreatif, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus aktif memberdayakan UMKM di Sumbar dan merangkul pengusaha muda yang ingin berkembang dan memiliki brand sendiri.
Entrepreneur bukan hanya bertujuan mendorong masyarakat dari nol menjadi pengusaha namun juga suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi untuk memecahkan dan mencari peluang dari masalah yang dihadapi.
Demikian diungkapkan Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Audy Joinaldy, sebagai keynote speaker pada acara Diseminasi Hasil Kelitbangan dengan tema "Pemberdayaan UMKM Untuk Ketahanan Ekonomi Keluarga" yang dilaksanakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Sumbar di Aula Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Sabtu, (16/7/2022).
Acara ini merupakan rangkaian kegiatan dari BKOW Provinsi Sumbar bersama mitranya dalam rangka seminar kewirausahaan "Pengembangan UMKM menuju era globalisasi, melalui pameran dan lomba ekonomi kreatif" yang digandeng oleh Balitbang Sumbar.
Baca juga: World Islamic Entrepreneur Summit 2025: Kolaborasi dan Inovasi untuk Ekosistem Ekonomi Berkelanjutan
"Entrepreneur adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi untuk memecahkan dan mencari peluang dari masalah yang dihadapi oleh setiap orang dalam kehidupan sehari-hari," jelasnya.
Diakui Audy, UMKM merupakan sektor yang strategis dan memegang peranan penting dalam perekonomian nasional, tak terkecuali di Sumatera Barat. Posisi strategis UMKM di Sumbar ini didorong oleh eksistensinya yang dominan, baik dari segi jumlah, serta serapan tenaga kerja yang juga cukup besar.
Ia mengatakan, Sumbar saat ini memiliki 580 ribu unit usaha mikro dan kecil. 98,8 persen diantaranya berasal dari usaha non pertanian dan mampu menyerap 1,29 juta tenaga kerja (87,57 persen tenaga kerja dari sektor non pertanian).
Jumlah yang besar itu tentu menyimpan potensi yang besar pula. Oleh karena itu, Pemprov Sumbar secara kontiniu terus melakukan upaya-upaya peningkatan kapasitas pengusaha, maupun kapasitas usaha UMKM yang dimiliki masyarakat.
"Sehingga UMKM mampu menangani berbagai permasalahan dan tantangan dunia usaha. Salah satunya melalui digitalisasi," kata Audy.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- BI Proyeksikan Ekonomi Sumbar Tumbuh hingga 5,2 Persen pada 2025
- Gubernur Mahyeldi Sebut Wirausaha Muda Adalah Kunci Perubahan Sosial Dalam Pembangunan Ekonomi Bangsa
- Ketua DPRD Sumatera Barat Resmi Membuka Kegiatan Pilar-Pilar Sosial Kota Payakumbuh Angkatan XIV di Bukittinggi
- Nevi Zuairina Dorong UMKM Sumatera Barat Tingkatkan Mutu Melalui Halal Branding
- Raih Penghargaan Pendukung Program Kota Waqaf, Gubernur Mahyeldi : Kita Terus Maksimalkan Potensi Waqaf






