Kementerian Dukung Hilirisasi Produk Kelautan dan Perikanan Sumbar

PADANG, binews.id -- Kementerian Kelautan dan Perikanan RI melalui Direktorat Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) mendukung upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) untuk terus meningkatkan hilirisasi produk kelautan dan perikanan termasuk mendorong investor untuk pengolahan udang.
Hal itu terungkap saat audiensi Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Desniarti beserta jajaran dengan Dirjen PDSPKP, Artati Widiarti, di Jakarta, Senin (25/7/2022).
Wakil Gubernur menyampaikan PDRB Sumbar terbesar dari sektor pertanian termasuk perikanan. Dari 19 kabupaten dan kota yang ada di Sumbar, 7 diantaranya berada di pesisir, dengan beberapa komoditi yang dikembangkan antara lain tuna, kerapu, kakap, kepiting, lobster, udang vaname. Sebagian besar usaha masih didominasi UMKM.
"Dengan potensi besar yang ada di Sumbar, kami berharap kepada Kementerian melalui Dirjen dan jajaran agar dapat melaksanakan program prioritas Ditjen PDSKP dialokasikan untuk Sumatera Barat," kata Wagub.
Baca juga: Susul Gubernur Mahyeldi ke Magelang, Wagub Vasko Antusias Ikuti Retreat
Kepala DKP Sumbar, Desniarti juga mengharapkan dapat terwujudnya budidaya vaname yang terintegrasi di Sumbar mulai dari hatchery, budidaya berkelanjutan, unit pengolahan udang, pemasaran dan kelembagaan. dan juga dukungan penanganan ikan pada pelabuhan perikanan dan pengembangan unit-unit pengolahan ikan (UPI).
Menanggapi hal itu, Artati mengatakan pihaknya akan mendorong hilirisasi produk kelautan dan perikanan di Sumbar termasuk mendorong investor untuk pengolahan udang.
Menurut Artati, untuk ekapor saat ini sudah ada pencatatan dari daerah asal ekspor, untuk menjamin mutu udang ada bantuan sarana penanganan udang portable di tambak udang juga ada cheese freezer yang masih tersedia pada tahun 2022 ini termasuk sarana pengolahan untuk UPI dan juga sertifikasi kelayakan pengolahannya (SKP).
"Kami juga mendorong pasar ikan hygienes dan sentra kuliner juga untuk mendorong pariwisata satu diantaranya di pantai Carocok Pesisir Selatan dan berharap segera difungsikan, selain itu juga ada inkubasi bisnis, diversifikasi produk, bedah UPI, pasar laut Indonesia, aplikasi gemarikan dan lain-lain," kata Artati.
Dalam akhir pertemuan, Dirjen menyatakan juga akan memfasilitasi daerah sesuai program dan kegiatan yang ada, yang tentunya tetap mengacu kepada syarat dan ketentuan yang berlaku dan ketersediaan anggaran. Selanjutnya pertemuan ini akan berlanjut melalui komunikasi dengan para direktur teknis terkait.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- KAI Divre II Sumbar Gelar Ramp Check untuk Pastikan Keselamatan dan Kenyamanan Angkutan Lebaran
- KAI Divre II Sumbar Imbau Masyarakat Tidak Ngabuburit di Jalur Kereta Api Demi Keselamatan
- Datuak Febby: Keterbukaan Informasi Penting untuk Efisiensi Anggaran
- Wako Fadly Amran Instruksikan Damkar Siram Material Tercecer di Jalan Bypass
- Kapolda Sumbar Hadiri Launching Penguatan Program Pekarangan Pangan Lestari