Dukung Budidaya Maggot Perkim LH Pinjamkan Alat Pencacah Sampah

PADANG PANJANG, binews.id -- Guna mendukung budidaya maggot, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) lakukan pinjam pakai alat pencacah sampah kepada Aipda. M. Afandi, anggota Kelompok Budidaya Maggot Guguak Pinus di Asrama Polsek RT 12, Guguk Malintang, Rabu (10/8).
Kepala Dinas Perkim LH, Alvi Sena, M T saat penyerahan alat ini menyampaikan, bantuan ini dapat dimanfaatkan untuk percepatan pengolahan sampah menjadi bubur pakan maggot.
"Karena semakin halus makanannya maka akan semakin cepat dicerna maggot. Mudah-mudahan alat ini dapat bermanfaat sehingga produksi budidaya maggot ini semakin meningkat," ucapnya.
Dikatakannya, budidaya maggot selain dapat mendatangkan potensi ekonomi, juga berdampak positif bagi lingkungan terutama pengolahan sampah organik.
Baca juga: Wako Fadly Amran Instruksikan Damkar Siram Material Tercecer di Jalan Bypass
"Kita mengapresiasi dan berbangga sekali budidaya maggot ini. Satu hal yang selama ini kita anggap tidak bermanfaat, di tangan Pak Afandi menjadi sesuatu yang berharga dan berpotensi ekonomi. Ini luar biasa sekali. Atas nama Pemko kami berharap budidaya maggot ini dapat terus berkembang dan dapat diikuti masyarakat," ujarnya.
Afandi menyampaikan terima kasih atas perhatian Dinas Perkim LH terhadap budidaya maggot miliknya ini.
Dirinya mengaku, saat ini untuk mengembangkan budidaya maggot dirinya masih terkendala sarana pendukung seperti lahan dan beberapa sarana pendukung lainnya.
"Kalau budidaya maggot terkelola dengan maksimal, ini akan dapat membantu mengatasi persoalan sampah di Kota Padang Panjang," tuturnya.
Baca juga: Progul Dokter Warga Mulai Layani Masyarakat Kota Padang
Dijelaskannya, untuk pakan maggot dirinya mendapatkan dari sampah di pasar. "Satu kilo maggot menghabiskan 10 kg sampah sampai panen. Dari 10 gram telur maggot bisa menghasilkan panen 20 kg maggot. Dari telur menjadi maggot menghabiskan 22 hari untuk panen. Ke depan, kita akan mengolah maggot hasil budidaya ini menjadi tepung maggot untuk pelet ikan," jelasnya.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- 30 Pelaku Ekonomi Kreatif Ikuti Workshop Pengembangan Strategi Bisnis
- Inflasi Rendah, Pemda Tetap Diminta Waspadai Kenaikan Harga Bahan Pokok
- Cabai Rawit, Bawang Daun dan Seledri Turun Harga
- Festival Pasar Ekraf dan Hari Keselamatan Berlalu Lintas akan Digelar di Padang Panjang
- Pemko dan Polres Lakukan RAM Cek dan Tes Urine Sopir Kendaraan Umum