Nevi Zuairina Gelar Sosialisasi BUMN Pendorong Inklusi Keuangan

Jumat, 21 Oktober 2022, 14:48 WIB | Ekonomi | Kab. Agam
Nevi Zuairina Gelar Sosialisasi BUMN Pendorong Inklusi Keuangan
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS, Nevi Zuairina menggelar sosialisasi BUMN sebagai pendorong inklusi keuangan dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat di Aula Kerapatan Adat Nagari Lubuk Basung, Agam, Sumatera Barat. IST
IKLAN GUBERNUR

AGAM, binews.id — Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS, Nevi Zuairina menggelar sosialisasi BUMN sebagai pendorong inklusi keuangan dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat di Aula Kerapatan Adat Nagari Lubuk Basung, Agam, Sumatera Barat.

Sosialisasi yang juga pelatihan untuk lebih memahami Inklusi keuangan yakni ketersediaan akses pada berbagai lembaga, produk, dan layanan jasa keuangan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dihadiri peserta lebih kurang 100 orang.

"Literasi keuangan bagi para individu dan pelaku usaha dapat berdampak dengan peningkatan kemampuan untuk mengakses produk dan layanan keuangan seperti transaction, payments, savings, credit dan insurance", tutur Nevi.

Politisi PKS ini menambahkan, bahwa Dari beberapa hal, terjadi peningkatan inklusi keuangan dalam akses fasilitasi kehidupan sehari-hari, membantu keluarga dan perencanaan bisnis dari awal memulai hingga tujuan jangka panjang demi menghindari keadaan darurat yang tidak terduga.

Baca juga: Difasilitasi Pemkab, 34 Wartawan Dharmasraya Berangkat ke HPN 2024 di Jakarta

"Inklusi keuangan merupakan faktor pendorong utama untuk mengurangi kemiskinan dan kesenjangan, serta meningkatkan kemakmuran rakyat," ungkapannya.

Legislator asal Sumatera Barat II ini menegaskan, ada 1,2 miliar penduduk dunia saat ini tidak memiliki rekening (account), akibatnya mereka mengalami kesulitan untuk mengakses produk dan layanan keuangan dalam memenuhi kebutuhan mereka.

Ia memprediksi Di Indonesia, diperkirakan lebih dari 80 juta orang dikategorikan sebagai unbanked population atau excluded population. Kondisi inilah yang membuat masih banyak penduduk yang hidup dalam kondisi miskin.

"Pemusatan kekayaan yang terbatas pada kelompok masyarakat tertentu telah menimbulkan masalah lebarnya kesenjangan antar penduduk dan antar daerah," Tutur Nevi.

Baca juga: Peringati HPN, Ini Harapan Ketua Komisi Informasi Sumbar

Pemerintah Indonesia, lanjut Nevi, memiliki komitmen yang kuat untuk mendorong percepatan inklusi keuangan. Komitmen itu terefleksi dari terbitnya Peraturan Presiden Nomor 114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI), di mana Presiden RI memimpin langsung Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI).

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: