Kenalkan Kuliner Tradisional Melalui Festival Cepak Cepoang
Nagari Limau Gadang Lumpo Bersama Penggiat Budaya

Lebih jauh dijelaskan bahwa melalui kegiatan itu, pihaknya bersama 15 peserta festival bisa kembali mempromosikan kuliner-kuliner tradisional yang berasal dari masyarakat Desa atau Nagari Limau Gadang Lumpo.
"Yang tentunya juga memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dalam pemanfaatan bahan makanan tersebut, sebab nagari ini juga berbatasan langsung dengan hutan lindung yang memiliki banyak sumber bahan baku untuk dijadikan sebagai kuliner lokal," ujarnya.
Ditambahkan lagi bahwa beberapa jenis kuliner tradisional yang ditampilkan melalui festival sepak cepoang itu diantaranya, kue sangko, kue kareh-kareh, kue sagun bakar, kue arai pinang, kue wajik, lamang, dan lainnya.
Baca juga: Ketua DPRD Kabupaten Dharmasraya Hadiri Pelantikan PPK dan PPS
"Sajian berbagai kuliner itu ditampilkan melalui workshop makanan tradisional oleh 15 peserta tersebut. Harapan kita ini bisa menjangkau berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak sekolah, ibu-ibu PKK, guru, kader Posyandu, bahkan juga UMKM sendiri," harapnya.
Sebagaimana diketahui, cepak cepoang diartikan makanan enak beramai-ramai yang mana saat ini sudah jarang digunakan oleh masyarakat Minangkabau untuk berkomunikasi.
"Istilah ini muncul biasanya ketika masyarakat makan bersama-sama atau 'balanjuang' dalam sebuah kegiatan sosial dan budaya. Makanya kegiatan yang ditutup oleh Bapak Sekdakab Pessel, Mawardi Roska pada Minggu (4/12) ini, kita beri nama Festival Cepak Cepoang," jelasnya.
Pada pembukaan lalu itu, pihaknya bersama peserta festival juga mempromosikan buah barangan yang banyak tumbuh di hutan yang terdapat di nagari itu.
"Buah barangan ini diolah menjadi kue sangko. Jenis buah yang banyak tumbuh di hutan ini ternyata bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pendukung ketahanan pangan. Kuliner ini rasanya juga sangat enak," kata Mutri lagi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pessel, Suhendri, melalui Kabid Kebudayaan, Zainal Abidin, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan Workshop dan festival makanan tradisional cepak cepoang yang diinisiasi oleh Penggiat Desa Budaya Pesisir Selatan itu.
"Ini merupakan salah satu upaya dalam memperkenalkan kuliner tradisional melalui kekayaan alam yang dimiliki oleh Nagari Limau Gadang Lumpo, Ini patut diapresiasi," katanya.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Unik dan Aneh, Pisang di Lunang Pesisir Selatan ini Berbuah 2 Tandan
- Progres TMMD ke - 115, Kodim 0311/Pessel, Telah Mencapai 85 Persen
- Penyaluran BLT Dana Desa Juli - September Tahun 2022 di Painan Timur Lancar
- Penghargaan BKN Award 2022 Diterima Wabup
- Anak Sungai Nyalo Pesisir Selatan Beraksi di Amphitheatre
Persiapan Maksimal Menuju Grand Final
Hiburan - 30 Januari 2025
Pemilihan Uni dan Uda Duta Wisata Kota Padang 2025 Resmi Dimulai
Hiburan - 29 Januari 2025