Komite IV DPD RI Dukung Upaya BI Tangani Inflasi dan UMKM Sumbar

Endang yang baru empat hari bertugas di Sumatera Barat menjelaskan tingginya inflasi di Sumatera Barat disebabkan meningkatnya permintaan domestik di tengah kesenjangan pasokan nasional, kebaikan harga pangan global dan tingginya harga energi dunia. Kombinasi beberapa faktor pendorong inflasi sebagai dampak konflik geopolitik Rusia-Ukraina mendorong peningkatan inflasi.
Kepada pimpinan KomiteIV DPD RI, Endang memaparkan apa saja faktor-faktor yang menyebabkan angka inflasi di Sumbar naik secara signifikan, baik faktor domestik maupun global. Dijelaskannya juga komoditas yang memberikan pengaruh paling besar terhadap inflasi di Sumatera Barat sepanjang tahun 2022 adalah telur ayam ras, daging ayam ras, beras, bawang merah, cabai merah, tomat, rokok kretek filter, sabun deterjen angkutan udara dan bahan bakar rumah tangga.
Untuk menanggulangi inflasi, kata Endang, tim penanggulangan inflasi daerah (TPID) dimana Bank Indonesia bertindak sebagai Wakil Ketua telah melakukan koordinasi dan terus mendukung pelaksanaan pengendalian TPID Sumbar dalam kerangka keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif agar mencapai sasaran inflasi nasional. TPID Sumbar telah melakukan monitoring harga pangan, melaksanakan pasar murah, melaksanakan operasi pasar, memonitor pasokan di tingkat pedagang secara berkala, mendorong peningkatan produksi komoditas pangan, melaksanakan digital farming dan lainnya.
Baca juga: Susul Gubernur Mahyeldi ke Magelang, Wagub Vasko Antusias Ikuti Retreat
Sumatera Barat, katanya juga punya Toko Tani Indonesia Center (TTIC) untuk menyediakan pangan murah yang armadanya berkeliling mendistribusikan pangan murah ke daerah-daerah yang terjadi lonjakan harga. Terutama Padang dan Bukittinggi sebagai dua kota penyumbang angka inflasi di Sumbar.
Endang juga menginformasikan tentang pertumbuhan ekonomi daerah ini di triwulan III 2022 yang tercatat 4,54 persen melambat dibanding triwulan II 2022 yang tumbuh sebesar 5,08 persen yoy. Pertumbuhan ekonomi ini terendah di wilayah Sumatera yakni 4,71 persen (yoy) dan jauh lebih rendah dibanding nasional sebesar 5, 72 persen (yoy). Ini disebabkan permintaan domestik yang melambat akibat dari normalisasi permintaan masyarakat pasca berakhirnya lebaran. Juga dampak melambatnya kinerja net ekspor akibat kebijakan larangan ekspor CPO yang diberlakukan pemerintah tahun 2022.
Untuk UMKM ditegaskan Endang bahwa Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat terus berupaya mendukung pengembangan UMKM dan ekonomi syariah di daerah ini. Ada delapan klister ketahanan pangan dan komoditas unggulan yang dimiliki yaitu klaster pembibitan sapi di Kabupaten Pasaman Barat (2014-2016), Klaster Cabai Merah di Kabupaten Tanah Datar (2014-2916), Klaster Holtikultura di Kota Payakumbuh (2016-2018), Klaster Sapi Perah di Kota Padang Panjang (2016-2019), Klaster Bawang Merah di Kabupaten Solok (2018-2020), Klaster Padi Organik di Kabupaten Agam (2019-2021), Klaster Padi di Kabupaten Tanah Datar (2020-sekarang) dan Klaster Cabai Merah di Kabupaten Tanah Datar (2020-sekarang).
Bank Indonesia Sumatera Barat juga memiliki dua kelompok pengembangan ekonomi lokal kategori industri kreatif (sulaman Naras) dan komoditas ekspor (Kopi Solok Radjo). "Dalam pengembangannya kita fasilitasi dengan pelatihan manajemen usaha (capacity building), business matching ekspor dan business matching pembiayaan," ungkapnya.
Menurut Endang, Bank Indonesia Sumatera Barat memiliki 85 wirausaha Bank Indonesia (WUBI). Kepada mereka dilakukan pendampingan selama dua tahun secara terfokus, berkelanjutan dan koordinatif. Mereka diberikan pelatihan bisnis untuk pembuatan pelaporan melalui sistem aplikasi pencatatan informasi keuangan (SIAPIK), memaksimalkan penggunaan digital dan media sosial, peningkatan kapasitas manajerial usaha yang baik. Juga pelatihan penguatan branding produk, packaging dan kemampuan membuat segmentasi pelanggan.
Dan sebagai wujud nyata pengembangan UMKM, pihaknya juga menyelenggarakan berbagai kegiatan yang bertujuan agar masyarakat Indonesia mencintai dan menggunakan produk lokal, mengakselerasi transformasi digital dan meningkatkan permintaan produk ekonomi kreatif lewat kegiatan Karya Kreatif Indonesia dan Minang Creft.
Ditegaskannya, Tenun Minang pun didukung untuk bertransformasi. Dilakukan peningkatan kualitas, motif, pola dan pemasaran. Semua dilakukan agar Tenun Minang menjadi ikon Provinsi Sumatera Barat.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Kota Padang Perkuat Ekonomi Kreatif Lewat Bimtek Branding Digitalisasi
- Permudah Akses Perbankan untuk UMKM, Pemko Padang Bersinergi dengan CIMB Niaga
- Evaluasi untuk Adinata Syariah 2025, Gubernur Mahyeldi Targetkan Sumbar Kembali Raih Juara Umum
- OJK: Likuiditas Perbankan 2025 Masih Ketat, Sektor Pertanian Perlu Digenjot
- Wakil Ketua DPRD Sumbar Iqra Chissa Inisiasi Pemprov dan Pertamaina Terkait Stabilisasi Stok BBM