Gubernur Klaim Inflasi Sumbar Terkendali

PADANG, binew.id -- Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, klaim inflasi Sumbar lima tahun terakhir cenderung stabil. Meski, ada beberapa komoditi seperti cabai merah, bawang merah, dan bawang putih harganya mulai merangkak naik, namun tidak begitu berpengaruh.
High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Barat langsung dipimpin oleh gubernur, Irwan Prayitno, Jumat (21/2/2020) di ruang Rapat Khusus Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat.
Gubernur mengatakan rapat TPID ini rutin dilakukan per tiga bulan, Targetnya hanya satu yakni mengendalikan inflasi, menjaga supply dan demand dengan segala macam komoditi yang potensi untuk inflasi, baik cabai merah, bawang putih, bawang merah, beras, jengkol, tiket, bbm dan lainnya.
"Perkembangan Inflasi Sumatera Barat lima tahun terakhir relatif terkendali dan hampir mencatat pola yang sama. Tekanan inflasi cenderung menurun pada awal tahun disebabkan oleh normalisasi konsumsi,"ujarnya.
Baca juga: Gubernur Mahyeldi Lepas Peserta Karnaval Sepasan HBT Pusat Sumbar-Riau
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat, Wahyu Purnama mengatakan, Secara umum komoditas utama penyumbang inflasi adalah cabai merah dan bawang merah. Namun demikian bawang putih juga mulai menunjukkan tren kenaikan harga.
"Januari 2020 ada sedikit indikasi kenaikan inflasi. Inflasi dipicu oleh kenaikan beberapa komoditas Holtikultura. Dimana inflasi komoditas volatile food awal tahun ini sebesar 2,05% (mtm) dan sebesar 4,96 % (yoy)," jelas Wahyu
Dikatakan, komoditas bawang merah mengalami keterbatasan pasokan disebabkan curah hujan yang tinggi pada awal tahun 2020, menggangu proses produksi dan distribusi terutama pada proses pengeringan hasil panen. Bawang merah mengalami inflasi 39,93% (yoy) dan diperkirakan masih akan mengalami kenaikan karena curah hujan yang masih cukup tinggi.
Selanjutnya, cabai merah mengalami inflasi yang cukup tinggi 51,56% (yoy) disebabkan oleh keterbatasan pasokan yang terjadi akibat perubahan pola tanam pada akhir tahun 2019, sehingga hasil panen untuk awal tahun 2020 cukup rendah. Dan diperkirakan beberapa bulan kedepan hal ini tetap akan terjadi.
Begitu juga dengan komoditas bawang putih, wahyu mengatakan bawang putih mengalami inflasi 47,26% (yoy), secara tahunan mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan disebabkan oleh adanya eskpetasi kelangkaan karena adanya isu pembatasan impor bawang putih dari tiongkok akibat wabah virus corona.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Ekspor Sumbar Alami Peningkatan, Ini Barang Paling Banyak Diekspor
- Usung Tema Rise Stronger di HUT ke-112, Semen Padang Terus Bangkit dan Menjadi Lebih Kuat
- Wamentan Sebut Selama Pandemi, Tiga Juta Petani Bertambah
- Harga Minyak Goreng Melambung, Nevi Zuairina Minta Perlindungan Konsumen Rumah Tangga Dalam Negeri
- Ini Cara untuk Menjadi Entrepreneur Sukses Kata Wagub Sumbar