Gubernur Klaim Inflasi Sumbar Terkendali

Jumat, 21 Februari 2020, 16:38 WIB | Ekonomi | Provinsi Sumatera Barat
Gubernur Klaim Inflasi Sumbar Terkendali
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno Pimpin Rapat High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Barat,Jumat (21/2/2020) di ruang Rapat Khusus Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat. foto. melba
IKLAN GUBERNUR

PADANG, binew.id -- Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, klaim inflasi Sumbar lima tahun terakhir cenderung stabil. Meski, ada beberapa komoditi seperti cabai merah, bawang merah, dan bawang putih harganya mulai merangkak naik, namun tidak begitu berpengaruh.

High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Barat langsung dipimpin oleh gubernur, Irwan Prayitno, Jumat (21/2/2020) di ruang Rapat Khusus Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat.

Gubernur mengatakan rapat TPID ini rutin dilakukan per tiga bulan, Targetnya hanya satu yakni mengendalikan inflasi, menjaga supply dan demand dengan segala macam komoditi yang potensi untuk inflasi, baik cabai merah, bawang putih, bawang merah, beras, jengkol, tiket, bbm dan lainnya.

"Perkembangan Inflasi Sumatera Barat lima tahun terakhir relatif terkendali dan hampir mencatat pola yang sama. Tekanan inflasi cenderung menurun pada awal tahun disebabkan oleh normalisasi konsumsi,"ujarnya.

Baca juga: Gubernur Mahyeldi Lepas Peserta Karnaval Sepasan HBT Pusat Sumbar-Riau

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat, Wahyu Purnama mengatakan, Secara umum komoditas utama penyumbang inflasi adalah cabai merah dan bawang merah. Namun demikian bawang putih juga mulai menunjukkan tren kenaikan harga.

"Januari 2020 ada sedikit indikasi kenaikan inflasi. Inflasi dipicu oleh kenaikan beberapa komoditas Holtikultura. Dimana inflasi komoditas volatile food awal tahun ini sebesar 2,05% (mtm) dan sebesar 4,96 % (yoy)," jelas Wahyu

Dikatakan, komoditas bawang merah mengalami keterbatasan pasokan disebabkan curah hujan yang tinggi pada awal tahun 2020, menggangu proses produksi dan distribusi terutama pada proses pengeringan hasil panen. Bawang merah mengalami inflasi 39,93% (yoy) dan diperkirakan masih akan mengalami kenaikan karena curah hujan yang masih cukup tinggi.

Selanjutnya, cabai merah mengalami inflasi yang cukup tinggi 51,56% (yoy) disebabkan oleh keterbatasan pasokan yang terjadi akibat perubahan pola tanam pada akhir tahun 2019, sehingga hasil panen untuk awal tahun 2020 cukup rendah. Dan diperkirakan beberapa bulan kedepan hal ini tetap akan terjadi.

Baca juga: Rapat Evaluasi Kinerja 2024, Gubernur Mahyeldi Tegaskan Pemprov Sumbar Optimis Tingkatkan Kinerja pada 2025

Begitu juga dengan komoditas bawang putih, wahyu mengatakan bawang putih mengalami inflasi 47,26% (yoy), secara tahunan mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan disebabkan oleh adanya eskpetasi kelangkaan karena adanya isu pembatasan impor bawang putih dari tiongkok akibat wabah virus corona.

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: