PPDB Dibuka, Disdikbud Terapkan Sistem Zonasi

PADANG, binews.id -- Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Kali ini Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengikuti Kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menerapkan zonasi tempat tinggal calon peserta didik. Tidak lagi berdasarkan zonasi Kabupaten/Kota.
"Tahun ini tidak ada lagi bersekolah berdasarkan NEM, namun berdasarkan tempat tinggal. Bersekolah di sekolah yang terdekat dengan tempat tinggal," ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumbar Adib Alfikri saat Konferensi Pers Sosialisasi PPDB, Selasa (16/6/2020) di Aula Baltekomdik Disdik Sumbar.
Dikatakan Adib, penerapan PPDB berdasarkan Zonasi tempat tinggal ini, agar tidak ada lagi istilah sekolah unggul, dan sekolah favorite. Meminimalisir kemacetan lalu lintas, dan tidak akan ada lagi antrian mobil mobil mewah saat pengantaran dan penjemputan anak kesekolah.
"Jika jarak sekolah dengan rumah sudah dekat, maka bisa berjalan kaki atau bersepeda saja," sebut Adib.
Baca juga: Kisruh PPDB, Sejumlah Warga Blokade Jalan Masuk Ke Sekolah SMA 3 Bukittinggi
Pada prinsipnya, kebijakan Zonasi ini mengadopsi pendidikan yang ada di jepang dimana salah satu konsekuensinya kedepan tidak ada lagi sekolah unggulan.
"Sekarang pendaftaran PPDB murni secara online melalui website khusus Http://ppdbsumbar2020.id, untuk meminimalisir potensi hadir berkerumun melalui tatap muka," ujar Adib
Dengan penerapan zonasi tempat tinggal ini maka tidak akan ada lagi sekolah unggulan, sekolah khusus anak orang kaya, anak pejabat, dan sebagainya karena sudah dipetakan sesuai jalurnya.
"Jalur PPDB SMA untuk jalur zonasi minimal itu50 persen dari daya tampung. Jalur prestasi maksimal 30 persen dari daya tampung. Jalur afirmasi minimal 15 persen dari daya tampung dan jalur perpindahan tugas orang tua/ wali paling banyak 5 persen," terang Adib.
Baca juga: Rapat Penetapan Zonasi PPDB Sekolah se Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan
Terkait tidak adanya lagi sekolah unggulan, Adib mengatakan, akan ada disetiap sekolah SMA itu lokal atau kelas unggul. Disini lah Tugas Kepala Sekolah tidak menerima sesuai nilai. Tapi setelah masuk siswa dipetakan, kemudian dirangking untuk dijadikan kelas unggul. Ini yang akan membedakan dengan kelas regular.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Kapolda Sumatera Barat Memberikan Kuliah Umum di Universitas Negeri Padang
- Kadis Kominfo Serahkan Bekal Magang bagi Mahasiswa UIN Batusangkar
- Ini Agenda Ki Dr. Drh H.M Munawaroh Dalam Kunjungannya ke Sumbar
- Gubernur Sumbar Dukung Assesment Sekolah Tingkatkan Kualitas Pendidikan
- Gubernur Mahyeldi Ingatkan Kewajiban Untuk Menyiapkan Generasi Yang Kuat