UNP Pastikan tak Ada Kenaikan UKT

Minggu, 21 Juni 2020, 21:30 WIB | Pendidikan | Kota Padang
UNP Pastikan tak Ada Kenaikan UKT
WISUDA DARING -- Rektor Universitas Negeri Padang (UNP), Prof Ganefri, saat memimpin wisuda daring di Auditorium UNP Minggu (21/6). Dalam kesempatan itu Ganefri juga memastikan tidak akan ada kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT), selama masa pendemi Covid-19. Foto. Humas UNP
IKLAN GUBERNUR

PADANG, binews.id -- Rektor Universitas Negeri Padang (UNP), Prof Ganefri, memastikan tidak akan ada kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT), selama masa pendemi Covid-19. Hal ini merujuk kepada imbauan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI tentang UKT itu sendiri.

Prof Ganefri menjelaskan, merujuk kepada imbauan Kemendikbud RI bahwa tidak ada kenaikan UKT pada masa pandemi Covid-19. Hal itu, dituangkan dalam keterangan tertulis yang dikeluarkan pada 6 Mei 2020.

Bahkan, Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (MRPTN) menyepakati beberapa opsi bagi mahasiswa yang terdampak pandemi dalam mengatasi masalah UKT. Dimana kesepakatan tersebut berisi tentang, penundaan pembayaran, mencicil pembayaran, mengajukan penurunan UKT, dan mengajukan bantuan finansial.

"Seluruh mekanisme pengajuan dan keputusan diatur oleh masing-masing Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Kebijakan itu diharapkan tidak mengganggu operasional penyelenggaraan atau pembelajaran di perguruan tinggi," katanya usai wisuda periode ke-119, Minggu (21/6), yang dilakukan dengan sistem dalam jaringan (daring) di Auditorium UNP.

Baca juga: Ketua AFI Prof. Ganefri Buka Kejurnas Floorball di Jakarta

Sekaitan dengan penerapan pembelajaran jarak jauh selama pendemi corona, Prof Ganefri mengakui masih ada kendala yang ditemui mahasiswa, diantaranya jaringan internet yang tidak stabil, sehingga membutuhkan kuota yang cukup besar. "Kebutuhan kuota semakin besar, ketika harus melakukan video conference bersama dosen," katanya.

Dia mengatakan, dalam mengatasi masalah itu Ditjen Dikti Kemendikbud RI maupun pihak perguruan tinggi, telah mencarikan sejumlah solusi, seperti memberikan subsidi pulsa untuk mahasiswa dan meminta dosen melakukan metode Blended Learning, dengan menggabungkan antara pembelajaran sinkron dan asinkron sehingga lebih hemat pulsa. "UNP juga bekerja sama dengan penyedia layanan internet, penyedia konten pembelajaran dan penyedia platform pendidikan," katanya.

Dia berharap para dosen bijak dalam melakukan pembelajaran daring agar tidak terlalu boros pulsa dan tidak membebani mahasiswa. Dalam pola pembelajaran ini, perlu beradaptasi dan meminta pada provider untuk ikut peduli dengan mahasiswa.

Terkait wisuda ke-119 periode Juni 2020, merupakan yang pertama dalam sejarah UNP. Dilaksanakan secara virtual dan berlangsung satu hari. Periode ini, UNP mewisuda sebanyak 869 orang lulusan yang terdiri dari Diploma dua 219 orang, Diploma tiga 22 orang. Strata Satu (S1) dan D4 Kependidikan 298 orang. Sedangkan untuk S1 dan D4 Non Kependidikan 193 orang, Magister 107, serta Doktor 30 orang. (*)

Baca juga: Besok, Krismadinata Dilantik Jadi Rektor UNP Periode 2024-2029

Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: