Transformasi Koto Panjang Menjadi Kawasan Industri Ikan, Supardi: Upaya Optimalisasi Potensi Perikanan Lokal

Rabu, 19 Juni 2024, 13:59 WIB | Ekonomi | Kota Payakumbuh
Transformasi Koto Panjang Menjadi Kawasan Industri Ikan, Supardi: Upaya Optimalisasi...
Ketua DPRD Sumbar, Supardi, saat menghadiri acara penyerahan bantuan benih dan pakan ikan lele kepada tiga kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) pada 18 Juni lalu di Koto Panjang, Payakumbuh Timur. IST

Payakumbuh Timur, binews.id -- Dalam sebuah langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi perikanan di wilayahnya, Kelurahan Koto Panjang, Payakumbuh Timur, dinilai memiliki peluang besar untuk mendapatkan label sebagai kawasan industri ikan. Potensi produksi ikan di daerah ini sangat signifikan, dan upaya pembudidayaannya perlu dimaksimalkan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua DPRD Sumbar, Supardi, saat menghadiri acara penyerahan bantuan benih dan pakan ikan lele kepada tiga kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) pada 18 Juni lalu di Koto Panjang, Payakumbuh Timur. Acara ini merupakan inisiatif Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar yang didanai oleh dana pokok pikiran (pokir) dari Ketua DPRD Sumbar, Supardi.

Supardi mengungkapkan harapannya bahwa bantuan tersebut dapat mendorong masyarakat untuk lebih giat dalam memproduksi dan membudidayakan ikan. "Saya juga berharap kegiatan produksi ikan bisa menjadi salah satu ujung tombak perekonomian keluarga," ujarnya.

Menurutnya, potensi ikan di Koto Panjang sangat besar, bahkan kualitasnya tak kalah dari daerah yang sudah terkenal sebagai sentra produksi ikan. "Potensi ini tak boleh disia-siakan. Koto Panjang bisa saja menerima label sebagai kelurahan industri ikan," tegas Supardi.

Baca juga: 5 Langkah Strategis Wagub Vasko Ruseimy Dongkrak Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Blueprint dan Koordinasi Antar OPD untuk Optimalisasi

Supardi juga menekankan pentingnya adanya blueprint perencanaan dan pelaksanaan untuk mengoptimalkan produksi dan budidaya perikanan di Sumbar. Menurutnya, produksi dan budidaya tersebut tidak cukup hanya dilaksanakan dalam satu periode pemerintahan, tetapi memerlukan perencanaan jangka panjang dan koordinasi antar organisasi perangkat daerah (OPD).

"Penyerahan bantuan benih dan pakan ini merupakan hulunya, nah hilirnya juga harus diperhatikan pemerintah," tambah Supardi. Ia berharap Pokdakan dan masyarakat bisa lebih aktif dan mandiri dalam mengupayakan produksi dan budidaya ini dari hulu ke hilir, tanpa selalu mengandalkan bantuan pemerintah.

Komitmen DKP Sumbar dalam Pengembangan Budidaya Ikan Lele

Sekretaris DKP Sumbar, Resi Suarti, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan produksi perikanan budidaya, khususnya ikan lele. Pada acara tersebut, DKP Sumbar mendistribusikan lebih dari 100 ribu ekor benih lele dan ribuan kilogram pakan ikan lele kepada tiga Pokdakan di kawasan Koto Panjang, yaitu Pokdakan Lubuk Basamo, Pokdakan Bakapusun Jaya, dan Pokdakan Harapan Sejahtera.

"Kami memastikan bahwa penerima bantuan benih dan pakan lele tersebut merupakan kelompok yang layak dibantu, dengan sejumlah persyaratan teknis yang harus dipenuhi," ungkap Resi Suarti. Ketiga Pokdakan ini sudah lama beroperasi dan bukan merupakan kelompok dadakan.

Baca juga: DPRD Sumbar Terima Kunjungan Kerja Komisi A DPRD Kabupaten Toba, Bahas Efisiensi Anggaran dan Pengelolaan Pariwisata

Harapan dan Terima Kasih dari Masyarakat Koto Panjang

Lurah Koto Panjang, Titi Fanny Gusti, menyampaikan bahwa upaya mandiri telah dipupuk oleh Pokdakan di Koto Panjang. Mereka melaksanakan berbagai upaya dengan swadaya, termasuk dalam membentuk kolam ikan. Bantuan dari DKP dengan dana pokir Supardi sangat berarti bagi Pokdakan, terutama untuk rencana pengembangan lanjutan yang melibatkan produksi ikan lele hingga pengembangan produk ikan asap yang akan memberdayakan para ibu-ibu di Koto Panjang.

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: